Pemerintah Alokasikan Rp7,21 Triliun untuk Sekolah Nasional Terintegrasi
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,21 triliun dalam pagu indikatif 2027 untuk mendanai program prioritas Sekolah Nasional Terintegrasi.
Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Kamis (18/6/2026).
>>> Kemenperin Kawal Transisi Sertifikat Halal untuk Industri Kecil
Dana tersebut ditujukan untuk mendongkrak kualitas pembelajaran sekaligus menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia.
Selain program integrasi, pagu indikatif juga diarahkan untuk perbaikan fasilitas sekolah, digitalisasi sistem belajar, peningkatan kesejahteraan guru, dan kelanjutan Program Indonesia Pintar.
Target 100 Sekolah Percontohan
Kemendikdasmen sebelumnya telah menyusun agenda pembangunan sejak 2026 dengan target awal menetapkan 100 satuan pendidikan sebagai percontohan model layanan terpadu.
Model ini mengintegrasikan jenjang PAUD hingga SMA/SMK dalam satu kawasan secara gratis.
Abdul Mu'ti dalam konferensi pers di Istana Negara, 11 Juni 2026, menyatakan, "Tahun ini direncanakan kita akan bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi."
>>> Bahlil dan Airlangga Bahas Kompensasi serta Subsidi Listrik PLN
Pemerintah memaksimalkan pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia dengan seleksi ketat terhadap puluhan sekolah yang ada, serta memanfaatkan aset bangunan kementerian termasuk di Ibu Kota Nusantara.
Menurut Abdul Mu'ti, sudah ada usulan sekolah yang masuk dari 36 yang telah diseleksi.
Untuk wilayah penunjang baru, kementerian menyiapkan titik-titik khusus di balai-balai kerja dinas dan membangun infrastruktur baru dari awal di beberapa wilayah strategis.
"Tahun ini nanti akan kami mulai, insyaallah lima itu kami buka di balai-balai yang dimiliki oleh Kemendikdasmen. Kemudian ada satu yang di IKN," jelas Abdul Mu'ti.
Pembangunan fisik dari nol ditargetkan kurang dari sepuluh lokasi untuk menjamin standardisasi mutu model pendidikan baru.
>>> Kemnaker Buka Peluang Tinjau Ulang Aturan Pekerja Alih Daya
"Kemudian sembilan yang nanti kita bangun baru di daerah yang sudah selesai," ungkap Abdul Mu'ti.
Update Terbaru
100 Daftar Nama Roblox Keren untuk Cowok, Lengkap dengan Tips Memilih
Rabu / 01-07-2026, 16:30 WIB
Adaptive Attack MLBB: Pengertian dan Cara Kerja Sistem Serangan Adaptif
Rabu / 01-07-2026, 16:30 WIB
Sosok Istri Baru Vanness Wu Terungkap, Benarkah Penyanyi Jepang?
Rabu / 01-07-2026, 16:29 WIB
Aniplus Asia Tayangkan Simulcast Anime Flaming Dodgeball Girl Danko
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
Chris Brown Diperintahkan Bayar Rp200 Miliar Akibat Anjing Serang Pembantu
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
Madras Community Food Pantry Kumpulkan $9.000 untuk Operasional
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
37 Siswa Diculik Kelompok Bersenjata di Borno, Nigeria
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
Netflix Tambah Film Laris dan Olahraga Langsung ke Katalog Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:25 WIB
Cara Cek Hasil Kelulusan UMPTKIN 2026 dan Langkah Setelah Lolos
Rabu / 01-07-2026, 16:25 WIB
5 Game Seru Penghasil Saldo DANA Asli, Cara Mudah Cuan 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:25 WIB
Gelombang Panas dan Badai Ancam Perayaan 4 Juli di AS
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Calon PM Inggris Lebih Suka di Warrington daripada Washington, tapi Kebijakan Luar Negeri Akan Mendominasi
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Prancis dan Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
ABC Indonesia Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Lewat Program Manajemen Risiko BPOM
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB






