IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Usai The Fed Tahan Suku Bunga
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat terbatas pada perdagangan Kamis (19/6/2026).
Keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75 persen menjadi katalis utama.
>>> Mantan Karyawan NCS Singapura Dihukum Penjara karena Hapus 180 Server
Analis Pasar Saham Senior Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.178-6.058 dan resistance 6.287-6.516.
Menurut Nafan, pergerakan indeks menguat terbatas setelah membentuk pola bearish pin bar.
Indikator Stochastics K-D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, namun volume mulai menurun.
Fokus investor global tertuju pada hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dipimpin Ketua The Fed baru, Kevin Warsh.
Median proyeksi Fed Funds Rate untuk 2026 naik menjadi 3,8 persen dari 3,4 persen pada Maret 2026.
Hal ini mengisyaratkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember 2026, sehingga kebijakan The Fed masih dipandang hawkish.
Selain kebijakan moneter AS, pasar juga memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran.
>>> Disdik Palembang Umumkan Hasil Seleksi SPMB SD dan SMP Negeri 2026
Kedua negara dijadwalkan membuka jalur diplomasi baru di Swiss pada Jumat (19/6/2026) untuk membahas nota kesepahaman perdamaian.
Pelaku pasar domestik menanti pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait status pasar modal Indonesia.
Mereka juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diproyeksikan menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5,75 persen.
Langkah tersebut untuk menjaga nilai tukar rupiah yang melemah 0,21 persen ke level Rp 17.762 per dolar AS.
Data Mirae Asset Sekuritas mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 328,73 miliar pada Rabu (17/6/2026).
Nilai jual bersih sepanjang tahun berjalan mencapai Rp 78,41 triliun, sementara IHSG terkoreksi 28,06 persen.
Nafan menyarankan investor ritel melakukan akumulasi pada saham fundamental solid, bervaluasi murah, dan menunjukkan indikasi pembalikan tren.
>>> KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang ke Pansus Haji DPR
Ia mengingatkan untuk tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.
Update Terbaru
Matt Smith Tak Percaya Keanu Reeves Nonton Film Gagalnya, Morbius
Jumat / 03-07-2026, 04:29 WIB
Manajer Komunitas Destiny 2 Kritik Pemimpin yang Buat Keputusan Buruk Bertahun-tahun
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mike Rowe Gugat Discovery atas Biaya Narasi Deadliest Catch
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Penampakan Hiu Paksa Penutupan Bergilir di Pantai Long Island dan Queens
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Square Enix Manga & Books Umumkan 8 Manga dan 2 Buku Final Fantasy
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Los Angeles Alami Suhu Lebih Dingin di Tengah Gelombang Panas Nasional
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Zendaya Puji Dedikasi Tom Holland di Film Spider-Man: Brand New Day
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Kebakaran Besar Melanda Bekas Pembangkit Listrik Aberthaw di Wales
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
BBC Hentikan Serial Winterwatch Setelah 14 Tahun, Ganti dengan Naturewatch
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Resiliensi dan Fokus Baja: AS Kalahkan Bosnia di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Piala Dunia 2026: Taruhan USMNT Cetak Rekor Baru
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Invasi Suporter Argentina di Miami: Tiket Mahal dan Keamanan Diperketat
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB






