390 Tabrakan Kosmik Terkatalog, Satu Buktikan Teori Stephen Hawking
Pada 14 September 2015, sinyal berdurasi kurang dari satu detik mengguncang detektor di Louisiana dan Washington.
Sinyal itu telah menempuh perjalanan lebih dari satu miliar tahun cahaya dari penggabungan dua lubang hitam.
>>> Makanan Ultra-Proses Terbukti Turunkan Konsentrasi, Studi Ungkap
Ketika Direktur Eksekutif LIGO David Reitze mengumumkan penemuan itu beberapa bulan kemudian, ia membuka dengan pernyataan sederhana: "Hadirin sekalian, kami telah mendeteksi gelombang gravitasi.
Kami berhasil."
Sebelas tahun setelah momen bersejarah itu, bidang ini berkembang pesat. Katalog global kini mencatat 390 tabrakan kosmik yang terkonfirmasi.
Pada 26 Mei 2026, kolaborasi LIGO-Virgo-KAGRA menerbitkan Gravitational Wave Transient Catalog-5.0 (GWTC-5.0). Rilis ini menambahkan 161 peristiwa baru yang tertangkap selama periode pengamatan keempat (O4b).
Fase ini berlangsung dari April 2024 hingga Januari 2025. Kolaborasi tersebut menyerahkan temuan mereka ke The Astrophysical Journal dan The Astrophysical Journal Letters.
Dalam kumpulan data besar ini, dua peristiwa spesifik telah menulis ulang rekor.
Sinyal Terjelas yang Pernah Terekam
Katalog baru ini menyoroti sinyal gelombang gravitasi paling tajam yang pernah terdeteksi, dengan rasio signal-to-noise mencapai 76,9.
Sinyal yang diberi nama GW250114 mencapai Bumi pada 14 Januari 2025. Dua lubang hitam dengan massa hampir identik menghasilkan sinyal ini.
Masing-masing berbobot 32 dan 34 kali massa matahari, bertabrakan lebih dari satu miliar tahun cahaya jauhnya.
Hal ini memungkinkan fisikawan melakukan uji presisi terhadap batas relativitas umum.
Yang terpenting, kolaborasi tersebut menggunakan GW250114 untuk mengonfirmasi teorema luas lubang hitam Stephen Hawking, yang menyatakan bahwa total luas permukaan dua lubang hitam yang bergabung tidak akan pernah berkurang.
"Dengan kekerasan GW250114, kami dapat membandingkan ruang-waktu yang melengkung sebelum dan sesudah lubang hitam bergabung," kata Dr. John Veitch dari Institute for Gravitational Research Universitas Glasgow.
Update Terbaru
Utah Mammoth Dapatkan Vincent Trocheck dari New York Rangers
Kamis / 02-07-2026, 05:29 WIB
Friv Rekomendasikan Game Edukasi Terbaik untuk Melatih Kreativitas Anak
Kamis / 02-07-2026, 05:29 WIB
Candy Crush Saga 2026: Tips, Trik, dan Cara Dapat Gold Bar Gratis
Kamis / 02-07-2026, 05:29 WIB
Pakar ITS Ungkap Tantangan Teknis Penerapan Biodiesel B50 di Indonesia
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Malik Beasley Ajukan Plea Not Guilty dalam Kasus Judi NBA
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Video Perlihatkan Momen Donald Trump dan Dana White Bersiap di Oval Office untuk UFC
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Lonzo Ball Bantah Klaim LaVar Soal Kepergian Tina
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Taylor Swift Sewa Perusahaan Pembuat Set Film untuk Pernikahan di MSG
Kamis / 02-07-2026, 05:25 WIB
Tamu Undangan Taylor Swift Bocorkan Detail Pernikahan: Resepsi di MSG, Upacara di Tempat Lain
Kamis / 02-07-2026, 05:25 WIB
KPK Telusuri Aliran Uang Kasus Pelepasan Kawasan Hutan Bupati Kuansing
Kamis / 02-07-2026, 05:25 WIB
Kia Cetak Rekor Penjualan Juni dan Semester Pertama Tertinggi Sepanjang Sejarah
Kamis / 02-07-2026, 05:22 WIB
7 Cara Hemat Biaya Bagasi Pesawat, Mudah Dipraktikkan
Kamis / 02-07-2026, 05:21 WIB
Jumlah Turis Asing ke Indonesia Tembus 1,38 Juta pada Mei 2026
Kamis / 02-07-2026, 05:21 WIB
Indonesia Terpilih jadi Tuan Rumah Kejuaraan Tinju Asia U-19 dan U-23
Kamis / 02-07-2026, 05:21 WIB






