Kesepakatan Damai AS-Iran Dongkrak Rupiah dan IHSG
Meredanya ketegangan geopolitik global memberikan angin segar bagi pasar keuangan domestik. Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan damai yang mengakhiri konflik panjang kedua negara.
Kesepakatan ini membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis perdagangan minyak dunia. Dampaknya, harga minyak mentah dunia turun drastis.
>>> Menag Ajak Masyarakat Maknai 1 Muharam 1448 H sebagai Momentum Hijrah dan Persatuan
Harga minyak mentah Brent merosot 3,58 dolar AS atau 4,10 persen ke posisi 83,75 dolar AS per barel.
Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS anjlok 4,01 dolar AS atau 4,72 persen menjadi 80,87 dolar AS per barel.
Penurunan harga komoditas energi ini menjadi katalis utama yang mendorong penguatan aset di negara berkembang. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencatatkan performa gemilang di kawasan Asia.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 152 poin atau 0,85 persen ke posisi Rp17.708 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai berkurangnya risiko geopolitik membuat investor kembali optimistis.
Situasi ini memicu aliran modal asing masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga memperkuat nilai tukar lokal.
Apresiasi juga terjadi di pasar modal domestik melalui lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
>>> PT Sokonindo Automobile Lanjutkan Investasi Pabrik di Cikande untuk Elektrifikasi
IHSG melesat 4,12 persen pada perdagangan Senin (15/6/2026) hingga mencapai level 6.254.
Riset RHB Indonesia Sekuritas memaparkan bahwa penurunan harga energi berpotensi menekan inflasi global.
Dampak positifnya, risiko peningkatan suku bunga acuan berkurang dan menjadi pendorong jangka pendek bagi pergerakan pasar saham.
Dampak Fiskal dan Risiko yang Diwaspadai
Penurunan harga minyak dunia membawa angin segar bagi pengelolaan keuangan negara. Wakil Direktur INDEF Eko Listiyanto menjelaskan bahwa situasi ini berpotensi meringankan beban fiskal pemerintah.
Alokasi anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi dapat ditekan apabila harga minyak global bertahan rendah dalam jangka panjang.
Hal tersebut akan memperlonggar ruang fiskal bagi pembiayaan sektor produktif lainnya.
Meski demikian, Eko mengingatkan pelaku pasar agar tetap mewaspadai kebijakan ekonomi AS di bawah Presiden Donald Trump.
>>> Daftar Harga HP Vivo Seri Y dan V Per 15 April 2026, Mulai Rp1 Jutaan
Kebijakan tarif perdagangan yang agresif dinilai masih berpotensi menimbulkan ketidakpastian baru bagi ekonomi global.
Update Terbaru
Mahkamah Agung AS Tolak Permohonan Jurnalis Tunda Denda Pengungkapan Sumber
Jumat / 03-07-2026, 05:31 WIB
Toronto Raptors Rekrut Veteran Kyle Anderson dengan Kontrak Satu Tahun
Jumat / 03-07-2026, 05:29 WIB
Pelatih Kroasia Dalic Tekankan Disiplin Lini Tengah Hadapi Portugal
Jumat / 03-07-2026, 05:29 WIB
Proyek Rekompilasi Donkey Kong 64 Tolak "AI Vibe Coding" demi Kualitas
Jumat / 03-07-2026, 05:29 WIB
Jack Smith Sesali Pemecatan Agen FBI oleh Pemerintahan Trump
Jumat / 03-07-2026, 05:28 WIB
White Sox Hadapi Guardians di Pembuka Seri Divisi AL Central
Jumat / 03-07-2026, 05:28 WIB
Rekor Kembang Api 4 Juli Picu Peringatan Kualitas Udara Parah di Washington
Jumat / 03-07-2026, 05:28 WIB
Mahkamah Agung AS Tolak Blokir Denda untuk Mantan Jurnalis Fox
Jumat / 03-07-2026, 05:28 WIB
FDA Perluas Penarikan Keju Akibat Wabah Listeria Mematikan
Jumat / 03-07-2026, 05:26 WIB
Mantan Atlet Olimpiade Didakwa Rusak Kolam Refleksi Lincoln Memorial
Jumat / 03-07-2026, 05:26 WIB
Tesla Luncurkan Model Y Tiga Baris di Amerika Serikat
Jumat / 03-07-2026, 05:22 WIB
Sarina Wiegman Didorong Jadi Pelatih Belanda Gantikan Ronald Koeman
Jumat / 03-07-2026, 05:22 WIB
Virgil van Dijk Batal Gantung Sepatu? Sosok Arne Slot Jadi Kunci
Jumat / 03-07-2026, 05:21 WIB
Jaksa Agung Louisiana Liz Murrill Didakwa 16 Tuduhan Pidana
Jumat / 03-07-2026, 05:21 WIB






