Buku Sisi Balik Permadani Bongkar Peran Penting Penerjemah Sastra
Nama besar pengarang sering mendominasi ingatan pembaca sastra terjemahan. Namun, peran penerjemah yang memungkinkan karya tersebut hadir justru kerap terabaikan.
Fenomena ini dibedah dalam buku berjudul Sisi Balik Permadani: Catatan-catatan tentang Seni Penerjemahan karya Alberto Manguel.
>>> Mengenal Berbagai Peringatan Penting dalam Daftar Hari Besar 18 Februari
Buku ini menyoroti posisi penerjemah sebagai aktor kunci dalam penyebaran gagasan lintas bahasa dan budaya.
Alberto Manguel adalah esais asal Buenos Aires yang pernah menjadi pembaca pribadi Jorge Luis Borges.
Melalui buku ini, ia tidak menyajikan panduan teknis penerjemahan, melainkan mengajak pembaca memahami penerjemahan sebagai proses penafsiran.
Buku ini memuat 44 esai pendek yang menempatkan penerjemahan sebagai aktivitas melampaui teks. Manusia terus menerjemahkan makna saat membaca, menikmati seni, hingga memahami pengalaman hidup orang lain.
Dalam edisi bahasa Indonesia, gagasan Manguel disarikan oleh penerjemah Dwi Pranoto.
Posisinya menjadi representasi nyata dari premis utama buku ini: penerjemah memainkan peran krusial meski sering berada di balik layar.
Kompleksitas Penerjemahan dan Ancaman Kepunahan Bahasa
Beberapa esai menyoroti kompleksitas penerjemahan yang bersentuhan dengan bahasa dan budaya.
>>> Rosan Ungkap Alasan Danantara Belum Rilis Laporan Keuangan
Dalam esai "Bintang", Manguel mengisahkan misionaris dari Antwerp yang menerjemahkan teks suci ke bahasa Salamander di Papua Nugini.
Setelah pekerjaan selesai, bahasa Salamander justru nyaris punah karena hanya menyisakan satu penutur. Kisah ini menegaskan bahwa penerjemahan sering berhadapan dengan ancaman hilangnya suatu bahasa.
Esai "Murni" mengambil Al-Quran sebagai titik berangkat untuk membahas batasan penerjemahan.
Manguel menyoroti bahwa pemindahan makna ke bahasa lain tidak pernah berjalan sepenuhnya utuh dan selalu melibatkan perubahan makna.
Esai-esai dalam buku ini disusun secara padat dengan pendekatan reflektif. Manguel merangkai mitologi, catatan sejarah, dongeng, hingga teks keagamaan untuk menunjukkan luasnya medan penerjemahan.
Buku ini tidak menawarkan jawaban pasti, melainkan membuka ruang diskursus bagi pembaca untuk memahami lapisan makna di balik teks.
>>> Jerman Hajar Curacao 7-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Tanpa penerjemah, banyak gagasan berharga tidak akan sampai ke pembaca lintas bahasa.
Update Terbaru
Beasiswa MAUNG 2026 Depok: Kuota 200, Bantuan UKT hingga Lulus
Sabtu / 04-07-2026, 17:47 WIB
Serikat Buruh Marah: 1.000 Pekerja Pabrik Digantikan 50 Robot
Sabtu / 04-07-2026, 17:42 WIB
Futuris dan Sejarawan Uji Ketahanan Amerika di Usia 250 Tahun
Sabtu / 04-07-2026, 17:42 WIB
Trump Accounts Resmi Diluncurkan, Tawarkan Tabungan Anak dengan Dana Awal Rp16 Juta
Sabtu / 04-07-2026, 17:42 WIB
Cara Investasi Saham Amerika Serikat untuk Pemula Langkah demi Langkah 2026
Sabtu / 04-07-2026, 17:39 WIB
Perbedaan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo: Mana yang Tepat untuk Mobil Anda?
Sabtu / 04-07-2026, 17:39 WIB
Saya Mengubah Ponsel Android Setelah Menemukan Manajer File yang Menghemat Waktu
Sabtu / 04-07-2026, 17:39 WIB
Hugh Grant dan Anna Eberstein Hadiri Resepsi Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce di New York
Sabtu / 04-07-2026, 17:34 WIB
Apa Itu ByteDance? Perusahaan Induk TikTok yang Dikaitkan dengan Isu PHK Karyawan Tokopedia
Sabtu / 04-07-2026, 17:30 WIB
Pelatih Cape Verde Bangga Meski Gagal Kalahkan Argentina di Piala Dunia
Sabtu / 04-07-2026, 17:27 WIB
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate hingga 5 Juli
Sabtu / 04-07-2026, 17:27 WIB
KNEKS Dukung Rencana Sumbar Terbitkan Sukuk Daerah
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
Petani Merauke Keluhkan Solar, Mentan Amran Langsung Telepon Pertamina
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
Dua Pelanggaran Keras, Romero Bersih Kartu di Argentina vs Cape Verde
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB







