Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Akses Model AI Claude Fable 5 dan Mythos 5
Fitur pembatas tersebut sengaja dirancang guna mencegah sistem AI memberikan jawaban pada sektor yang berisiko tinggi seperti biologi dan keamanan siber.
Berdasarkan hasil pengujian dari lembaga pemantau kinerja teknologi Vals AI, Fable 5 dikategorikan sebagai salah satu model AI paling canggih yang bisa diakses oleh masyarakat luas.
Kekhawatiran Pemerintah dan Respons Anthropic
Melalui blog resminya, Anthropic mengungkapkan bahwa kekhawatiran pemerintah AS dipicu oleh dugaan adanya celah pembobolan keamanan pada Fable 5.
>>> Dwayne Johnson Takut Kena Kanker usai Temui Benjolan di Testis
Dalam industri kecerdasan buatan, aktivitas pembobolan ini dikenal dengan istilah jailbreak, yaitu metode untuk membuat model AI melangkahi aturan atau batas keamanan pengembang.
Namun, pihak Anthropic menyayangkan sikap pemerintah yang sejauh ini dinilai baru menyampaikan bukti secara lisan mengenai potensi jailbreak yang sifatnya terbatas serta tidak berlaku pada semua situasi.
Anthropic berpendapat bahwa keahlian membaca kode program dan mendeteksi kelemahan perangkat lunak sebenarnya juga dimiliki oleh model AI kompetitor lain yang bebas diakses publik, termasuk GPT-5.5 buatan OpenAI.
Kemampuan teknis semacam itu juga sudah lama diadopsi oleh para praktisi keamanan siber untuk memproteksi jaringan digital.
Anthropic mengklarifikasi bahwa sistem pertahanan utama mereka dioperasikan melalui mekanisme pengawas terpisah yang menyaring keluaran AI, sehingga perlindungan tetap berjalan walau ada upaya melewati penolakan awal.
Meski mendapatkan pembelaan dari pihak pengembang, pemerintah AS tetap bersikukuh menjalankan keputusan tersebut.
Pihak manajemen Anthropic secara terbuka menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap langkah drastis yang diambil oleh otoritas pemerintah.
"Kami tidak setuju bahwa temuan potensi jailbreak yang terbatas harus menjadi alasan untuk menarik model komersial yang telah digunakan ratusan juta orang," tulis Anthropic.
Update Terbaru
Tiffany Ungkap Respons Tak Terduga Byun Yo Han soal HyoRiSoo
Jumat / 03-07-2026, 12:50 WIB
Manga Defying Kurosaki-kun Diadaptasi Menjadi Serial Live-Action Baru
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Mariners Sapu Bersih Angels Berkat Dominasi Bryce Miller
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Badai Petir dan Gelombang Panas Ancam Perayaan 4 Juli di Chicago
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Olivia Wilde Sutradarai Edward Norton dalam Film Komedi The Invite
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
AS Perketat Larangan Kembang Api saat Risiko Kebakaran Hutan Ancaman Hari Kemerdekaan
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Tingkat Vaksinasi Campak Texas Naik Tipis, Masih di Bawah Target Imunitas
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Australia Siapkan Penyesuaian Taktik Hadapi Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
Jesy Nelson Kampanyekan Skrining Bayi Baru Lahir Usai Diagnosis Kembarannya
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
LPEI Buka Akses UKM ke Kanada, Raih Kontrak Ekspor Rp3,4 Miliar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS Guru 2027 untuk Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU ke Polda NTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
KPK Tangkap Bupati Langkat, 1 ASN, dan 5 Swasta dalam OTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Swiss Sikat Aljazair 2-0, Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB






