Tantangan Industri Gula Nasional Capai Swasembada Lebih Kompleks dari Konsolidasi
Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menilai tantangan industri gula nasional untuk mencapai swasembada jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar konsolidasi kelembagaan.
Menurut dia, saat ini lembaga di Indonesia sudah terlalu banyak. Sementara, Indonesia masih menghadapi kesenjangan besar antara produksi dan kebutuhan konsumsi.
>>> Saham Sektor Antariksa Anjlok Imbas Debut Perdagangan SpaceX di Nasdaq
Berdasarkan data United States Department of Agriculture (USDA), produksi gula Indonesia berkisar 2,1 juta hingga 2,2 juta ton per tahun.
Konsumsi nasional telah melampaui 6 juta ton.
Kondisi tersebut membuat impor masih menjadi instrumen utama untuk menutup kekurangan pasokan domestik.
Esther menilai persoalan industri gula juga berkaitan dengan struktur pasar yang belum kompetitif. Di tingkat pabrik gula, pasar cenderung berbentuk oligopsoni karena hanya terdapat sedikit pembeli tebu.
Sementara itu, pada rantai perdagangan gula, struktur oligopoli menyebabkan distribusi dan pembentukan harga banyak ditentukan oleh segelintir pelaku besar.
“Pemerintah sebaiknya mengupayakan iklim persaingan usaha yang kompetitif di industri gula Indonesia,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa kebijakan industri gula selama ini lebih banyak berfokus pada pengaturan harga dan impor. Peningkatan produktivitas berjalan relatif lambat.
Selain itu, sektor gula juga masih menghadapi persoalan keterbatasan pasokan tebu, minimnya perluasan areal tanam, serta kondisi pabrik gula yang sebagian besar masih menggunakan mesin berusia tua.
Kapasitas giling nasional saat ini hanya sekitar 205.000 ton tebu per hari.
Angka itu jauh tertinggal dibandingkan Thailand yang telah mencapai sekitar 940.000 ton tebu per hari.
Revitalisasi Industri Gula Perlu Dilakukan Menyeluruh
Menurut Esther, revitalisasi industri gula perlu dilakukan secara menyeluruh.
Tidak hanya melalui penguatan kelembagaan BUMN, tetapi juga melalui peningkatan produktivitas, modernisasi pabrik, dan pemberian insentif yang menarik bagi petani.
Update Terbaru
Batas Baru untuk Calon Pengakuisisi Capricorn Energy dari Timur Tengah
Kamis / 02-07-2026, 03:25 WIB
Jussie Smollett dan Karamo Brown Berciuman di Bandara
Kamis / 02-07-2026, 03:25 WIB
Taylor Swift Kunjungi Apartemen Gigi Hadid di New York Jelang Pernikahan
Kamis / 02-07-2026, 03:25 WIB
VW Dikabarkan Hentikan Proyek Mobil Otonom dengan Bosch, Rugi Rp27 Triliun
Kamis / 02-07-2026, 03:22 WIB
Kia Niro 2027 Hadir dengan Tampilan Lebih Mewah, Varian Listrik Dihapus
Kamis / 02-07-2026, 03:22 WIB
Prediksi AS vs Bosnia Herzegovina di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 03:21 WIB
BPPTKG Tegaskan Larangan Pendakian Merapi, Waspada Erupsi Eksplosif
Kamis / 02-07-2026, 03:21 WIB
Top Skor Piala Dunia 2026: Harry Kane Samai Haaland, Buru Mbappe-Messi
Kamis / 02-07-2026, 03:21 WIB
MARRIAGETOXIN Season 2 Dikonfirmasi Tayang Januari 2027
Kamis / 02-07-2026, 03:21 WIB
Film Anime Orisinal Shingo Natsume 'Ghost – End of Night' Rilis Februari 2027
Kamis / 02-07-2026, 03:21 WIB
KPK: Kasus Bupati Kuansing Coreng Nilai Luhur Pacu Jalur
Kamis / 02-07-2026, 03:20 WIB
Soara and the House of Monsters Dapat Adaptasi Anime, Tayang 2027
Kamis / 02-07-2026, 03:20 WIB
Hunter x Hunter Tembus 100 Juta Eksemplar, Manga Kembali Setelah 18 Bulan Hiatus
Kamis / 02-07-2026, 03:20 WIB
11 Antagonis Anime yang Diinginkan Fans untuk Berpihak
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB






