Kenaikan Harga Pertamax Picu Kekhawatiran Perpindahan ke Pertalite
Kenaikan harga Pertamax memunculkan kekhawatiran akan terjadinya perpindahan sebagian konsumen ke Pertalite yang mendapatkan subsidi pemerintah.
Meski berpotensi menambah beban kompensasi energi, Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai risiko tersebut masih perlu dilihat secara proporsional.
>>> Pemerintah Cairkan Gaji ke-13 Mulai Juni 2026 Secara Bertahap
Yusuf menjelaskan, selisih harga antara Pertamax dan Pertalite yang kini mencapai lebih dari Rp 6.000 per liter memang memberikan dorongan ekonomi bagi sebagian konsumen untuk beralih ke bahan bakar yang lebih murah.
Namun, ia menekankan bahwa perpindahan tersebut tidak serta-merta terjadi secara masif.
Menurutnya, banyak pengguna Pertamax yang tetap mempertimbangkan spesifikasi kendaraan, performa mesin, hingga kenyamanan berkendara sebelum memutuskan mengganti jenis bahan bakar yang digunakan.
Selain itu, pemerintah juga tidak menambah kuota Pertalite sehingga terdapat pembatasan volume penyaluran sepanjang tahun.
Potensi Dampak Fiskal dan Risiko di Lapangan
Meski demikian, Yusuf mengakui bahwa apabila migrasi konsumen berlangsung dalam skala besar, pemerintah berpotensi menghadapi kenaikan beban kompensasi.
Setiap tambahan konsumsi Pertalite akan memperbesar selisih biaya yang harus ditanggung pemerintah antara harga jual kepada masyarakat dan harga keekonomian BBM tersebut.
Ia menambahkan, tekanan tersebut bisa semakin terasa di tengah kondisi harga minyak dunia yang masih tinggi dan nilai tukar rupiah yang relatif melemah.
"Dalam kondisi saat ini, ketika harga minyak dunia masih tinggi dan nilai tukar rupiah relatif tertekan, nilai kompensasi per liter juga menjadi lebih besar dibandingkan beberapa bulan lalu," ujar Yusuf kepada Kontan.
co. id, Jumat (12/6).
Namun demikian, Yusuf melihat dampak yang paling cepat muncul justru bukan pada APBN, melainkan pada aspek distribusi dan pengelolaan kuota di lapangan.
Update Terbaru
Portugal Bungkam Kroasia 2-1, Ronaldo dan Goncalo Ramos Bawa Selecao ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:17 WIB
Sarwendah Siap Bongkar Fakta Tersembunyi di Sidang, Ruben Onsu Bisa Kaget?
Jumat / 03-07-2026, 11:15 WIB
Purbaya Akui Kini Bisa Rumahkan Pegawai Bea Cukai yang Bermasalah
Jumat / 03-07-2026, 11:15 WIB
Thierry Henry Murka! VAR Portugal vs Kroasia Dinilai Rusak Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Roy Suryo Tersenyum Saat Dengar Dakwaan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 4 - 5 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Ramalan Zodiak 3 Juli: Capricorn Coba Hal Baru, Pisces Introspeksi Diri
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Gaya Sporty Georgina Rodriguez Dukung Portugal di Piala Dunia Bareng Keluarga
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Polda Aceh Beri Penghargaan 80 Personel Berprestasi di Hari Bhayangkara 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:07 WIB
Cara Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tahun 2026 Secara Online
Jumat / 03-07-2026, 11:07 WIB
Naruto Masuk PUBG Mobile, Pemain Bisa Gunakan Rasengan
Jumat / 03-07-2026, 11:00 WIB
Spanyol dan Portugal Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:56 WIB






