Krisis BBM Melanda Rusia Akibat Serangan Drone Ukraina
Rusia yang dikenal sebagai salah satu produsen minyak bumi terbesar di dunia kini dihantam krisis bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi ini dipicu oleh rentetan serangan drone Ukraina yang terus menyasar wilayah pendudukan Rusia.
>>> Kenali Ciri HP Disadap dan Fungsi Kode Dial yang Sering Disalahartikan
Semenanjung Krimea menjadi salah satu daerah yang paling terdampak.
Wilayah yang dianeksasi Rusia pada 2014 itu mengalami gangguan distribusi dan kelangkaan pasokan BBM dalam beberapa pekan terakhir.
Serangan Ukraina tidak hanya menyasar kilang minyak, tetapi juga jalan raya utama dan jembatan strategis.
Jalur yang menghubungkan Kota Rostov di Rusia selatan menuju Krimea melalui Mariupol menjadi target utama.
"Jalan itu pada dasarnya adalah tulang punggung pendudukan Rusia di wilayah selatan," ujar Clement Molin, analis dari lembaga pemikir Atum Mundi yang berbasis di Prancis, dikutip dari BBC.
Krimea memiliki peran penting sebagai pangkalan peluncuran drone dan rudal untuk menyerang berbagai wilayah Ukraina sejak perang pecah.
Selain fungsi militer, wilayah ini juga menjadi destinasi wisata favorit warga Rusia.
Menurut analis Atum Mundi, Clement Molin, Ukraina telah melancarkan sekitar 300 serangan drone sejak awal Mei 2026.
Serangan tersebut menargetkan truk-truk yang melintas di jalur logistik vital, termasuk sekitar 30 truk tangki pengangkut bahan bakar.
>>> Samator Indo Gas Bagikan Dividen Tunai Rp35 Miliar
Komandan pasukan drone Ukraina, Robert Brovdi, menyebutkan bahwa dampak operasi mulai terlihat nyata.
Arus logistik militer Rusia di jalur tersebut turun hingga 71% antara akhir Mei hingga awal Juni 2026.
Kelangkaan BBM memicu kekecewaan wisatawan dan penduduk setempat. Video di media sosial memperlihatkan antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU di Krimea.
Seorang penduduk Simferopol mengaku harus berjalan kaki ke tempat kerja karena sulit mendapatkan BBM. "Sekarang saya berjalan kaki ke tempat kerja.
Tentu saja ini kurang nyaman daripada mengemudi, tetapi bukan masalah besar. Yang harus saya lakukan sekarang adalah membeli kuda!"
ujarnya.
Pembelian BBM di sebagian besar SPBU Krimea kini dibatasi dengan sistem voucher prabayar. Penduduk hanya boleh membeli maksimal 20 liter per orang, jika pasokan tersedia.
Kepala Wilayah yang ditunjuk Kremlin, Sergei Aksyonov, pada 5 Juni 2026 mengakui bahwa permintaan BBM saat ini sulit dipenuhi sepenuhnya.
>>> Bank Indonesia Catat Penurunan Kewajiban Neto Investasi Internasional
Kondisi ini juga menyulitkan wisatawan Rusia yang ingin pulang.
Update Terbaru
Full Clearing Another World under a Goddess with Zero Believers Anime Rilis Cast, Staff, Tayang Oktober
Sabtu / 04-07-2026, 18:47 WIB
Dior Rancang Gaun Pengantin Haute Couture untuk Taylor Swift dan Travis Kelce
Sabtu / 04-07-2026, 18:47 WIB
Daripada UFC dan Pameran Sepi, Lebih Baik Hapus Electoral College dan Season Baru Game of Thrones
Sabtu / 04-07-2026, 18:46 WIB
Kemenhaj Fokus pada Pembinaan Jemaah dan Mitigasi dalam Evaluasi Haji 2026
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
10 Cara Memilih Laptop untuk Kerja dan Kuliah 2026, Panduan Lengkap Berdasarkan Budget dan Kebutuhan
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Chrome Tetap Andalan, Tapi Brave dan Firefox Ambil Alih Tugas Berat
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
16 Anak Diselamatkan dari Rumah Kumuh di Ohio, Kondisi 'Hampir Liar'
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Adik Pemain NFL Calais Campbell Didakwa Membunuh Ibu Kandung
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Cara Praktis Menambah Saldo Dana Lewat 5 Langkah Mudah di Aplikasi Clear Blast 2026
Sabtu / 04-07-2026, 18:44 WIB
Tiga Alfa Romeo 8C Dijual Rp 15 Miliar, Satu Tak Pernah Dikendarai
Sabtu / 04-07-2026, 18:32 WIB
Kapolri Lantik Irjen Wibowo sebagai Kakorlantas Polri
Sabtu / 04-07-2026, 18:28 WIB
Pramono Ungkap Jakarta Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia, Lampaui Washington DC
Sabtu / 04-07-2026, 18:28 WIB
Kiper Cape Verde Vozinha: Laga Seimbang, Kami Bisa Menang
Sabtu / 04-07-2026, 18:27 WIB
Kapolri Rombak 6 Kapolda: Aceh, Jabar, hingga Papua Barat Daya
Sabtu / 04-07-2026, 18:27 WIB







