DPR Soroti Ketergantungan Mesin Impor, Dorong Tambahan Anggaran Kemenperin
Ketergantungan sektor industri manufaktur nasional terhadap mesin impor menjadi sorotan Komisi VII DPR. Hal ini dinilai membuat industri domestik rentan terhadap gangguan pasokan global.
Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay menekankan pentingnya kemandirian produksi mesin. Menurutnya, kekuatan industri suatu negara diukur dari kemampuan memproduksi mesin manufaktur secara mandiri.
>>> Pembiayaan Cicil Emas BSI Tumbuh Melesat Hingga 97,90 Persen
"Mestinya kita punya industri yang bisa membuat mesin-mesin industri. Sekarang kan mesin kita rata-rata impor.
Bisa nggak kita sebagai sebuah bangsa membuat mesin sendiri?" tanya Saleh dalam rapat kerja dengan Kemenperin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Saleh mengkhawatirkan ketiadaan produksi mesin lokal dapat mengganggu program hilirisasi strategis Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menyoroti penyusutan pagu anggaran Kemenperin yang berpotensi menurunkan kinerja program strategis nasional.
"Kalau mesinnya nggak ada, alatnya nggak ada, tenaganya nggak cukup, uangnya nggak ada, jadi apa ada keberpihakan?" imbuh Saleh.
Komisi VII DPR mendorong penambahan anggaran Kemenperin pada 2027.
Pagu anggaran tahun 2027 untuk produktivitas industri melalui optimalisasi teknologi hanya dialokasikan Rp8,76 miliar, terdiri dari restrukturisasi mesin Rp3,58 miliar dan penerapan teknologi Rp5,18 miliar.
Kemenperin mengajukan usulan tambahan anggaran restrukturisasi senilai Rp202,78 miliar.
>>> Prabowo Subianto Larang Pengusaha Muda Bawa Kekayaan ke Luar Negeri
Menperin: Cetak Biru Mesin Lokal Sudah Disiapkan
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menanggapi dengan menyatakan bahwa cetak biru pengembangan industri pembuatan mesin telah disiapkan sejak tiga hingga empat tahun lalu.
Langkah ini bertujuan agar Indonesia mampu memproduksi teknologi produksinya sendiri.
"Dari tiga sampai empat tahun lalu kami sudah membuat desain dan roadmap untuk mengembangkan kemampuan machine making machine.
Mudah-mudahan program ini bisa mulai digulirkan paling lambat tahun depan," kata Agus.
Kemenperin akan memanfaatkan Indonesia Manufacturing Center (IMC) atau Balai Teknologi Industri Manufaktur (BTIM) untuk mendukung program tersebut.
Fasilitas ini ditargetkan beralih status dari satuan kerja menjadi Badan Layanan Umum agar lebih fleksibel dalam pengelolaan.
"Karena masih berstatus satker, kami harus mencari berbagai skema investasi dan teknologi yang dapat mendukung pengembangan machine making machine.
>>> Pegadaian dan Bank Syariah Nasional Jalin Sinergi Pembiayaan Rp1,4 Triliun
Ini memang membutuhkan investasi yang cukup besar," sebut Agus.
Update Terbaru
Penonton Film Korea Melonjak 75 Persen pada Semester I
Minggu / 05-07-2026, 12:58 WIB
Cara Cek Saldo 3 Bansos PKH di Rekening BNI yang Cair Merata 2026
Minggu / 05-07-2026, 12:50 WIB
Cara Optimalkan 9 Fitur Rahasia WhatsApp 2026 untuk Chat Aman dan Cepat
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Bripda Nopandri Ditemukan Tewas Usai Hilang saat Penggerebekan Narkoba
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Maroko Ancaman Serius bagi Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Kunjungan PM Singapura, Polisi Atur Lalu Lintas di 8 Ruas Jalan Jakarta
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Jadwal Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Kembang Api Meriahkan Langit New York Rayakan HUT ke-250 AS
Minggu / 05-07-2026, 12:47 WIB
Ketum Viking: Terkejut dengan Rekrutan Anyar Persib, Notsuda dan Ragnar
Minggu / 05-07-2026, 12:47 WIB
Harga HP Naik Terus, David Gadgetin Ungkap Waktu Terbaik Ganti Ponsel Baru
Minggu / 05-07-2026, 12:47 WIB
Brandon Woodruff Cedera Bahu Lagi, Brewers Kalah dari Diamondbacks
Minggu / 05-07-2026, 12:43 WIB
12 Drama Korea Baru Tayang Juli 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
Minggu / 05-07-2026, 12:43 WIB
Penembakan di Westgate Glendale, Pelaku Masih Buron
Minggu / 05-07-2026, 12:42 WIB
Kembang Api di BMO Stadium Meledak ke Arah Penonton, Evakuasi Dilakukan
Minggu / 05-07-2026, 12:42 WIB







