IHSG Melonjak 134 Poin di Tengah Pelemahan Bursa Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 134 poin atau 2,34 persen ke level 5.881 pada sesi pertama perdagangan Rabu (10/6/2026).
Pergerakan ini terjadi saat mayoritas bursa Asia justru tertekan.
>>> Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Indonesia vs Australia
Pelemahan pasar regional dipicu eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketegangan meningkat setelah serangan balasan AS atas jatuhnya helikopter militer mereka, yang direspons tegas oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Kondisi itu mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memicu kekhawatiran inflasi global serta potensi pengetatan kebijakan moneter. Namun, IHSG tetap melaju kencang berkat sentimen positif dari kebijakan domestik.
BI Rate Naik, Rupiah Stabil
Langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen menjadi salah satu penopang utama.
Kebijakan ini dinilai berhasil memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga daya tarik aset domestik bagi investor asing.
>>> BRIN: Sampah Pangan Indonesia Capai 184 Kg per Kapita per Tahun
Selain itu, pasar menyambut baik dorongan disiplin fiskal dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Lembaga tersebut mengusulkan efisiensi belanja negara melalui evaluasi program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut riset Pilarmas Investindo Sekuritas, rencana efisiensi belanja negara dipandang penting untuk menjaga ketahanan fiskal dan kepercayaan investor.
Kebijakan BI Rate juga disebut meredam dampak buruk ketegangan geopolitik global terhadap pasar domestik.
Di sisi lain, sejumlah emiten mencatatkan hasil kontras.
Saham PT Multitrend Indo Tbk (BABY), PT KBLV Tbk (KBLV), PT KLAS Tbk (KLAS), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) masuk jajaran top gainers.
>>> WhatsApp iPhone Kini Dukung Dua Akun Sekaligus, Begini Cara Aktifkannya
Sementara itu, top losers ditempati oleh PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA), PT Star Pacific Tbk (STAR), PT Citra Tubindo Tbk (CTBN), PT Golden Flower Tbk (POLI), dan PT Black Diamond Resources Tbk (COAL).
Update Terbaru
Kubu Reza Gladys Sebut Aksi Rieke Diah Pitaloka Bela Nikita Mirzani Langgar Konstitusi
Jumat / 03-07-2026, 07:00 WIB
Bentrokan Penggerebekan Narkoba di Katingan, Satu Polisi Gugur
Jumat / 03-07-2026, 07:00 WIB
147 Federasi Buruh Bersatu Tuntut UU Ketenagakerjaan Berkeadilan
Jumat / 03-07-2026, 06:57 WIB
Menteri Ekraf Dorong Brand Lokal Go Global Lewat Jakarta X Beauty 2026
Jumat / 03-07-2026, 06:56 WIB
Lima Browser Eropa Tawarkan Alternatif Privasi dan Kedaulatan Data
Jumat / 03-07-2026, 06:56 WIB
Cara Memahami Standing Instruction Bansos dan Jadwal Pencairan KKS Mandiri 2026
Jumat / 03-07-2026, 06:52 WIB
Sekai Project Rilis Visual Novel Jewelry Hearts Academia di Barat
Jumat / 03-07-2026, 06:35 WIB
Kyle Lowry Resmi Pensiun Bersama Toronto Raptors
Jumat / 03-07-2026, 06:35 WIB
Film Kompilasi Maebashi Witches Emoemories: Blooming Witches Tayang 23 Oktober di Jepang
Jumat / 03-07-2026, 06:31 WIB
Michael Weatherly Kembali ke NCIS untuk Arc Sepanjang Musim 24
Jumat / 03-07-2026, 06:31 WIB
Jack Smith Bicara Ancaman Dakwaan Federal di MS NOW
Jumat / 03-07-2026, 06:31 WIB
California Selatan Perketat Aturan Kembang Api Akibat Risiko Kebakaran
Jumat / 03-07-2026, 06:29 WIB
Trump Debuts Pesawat Air Force One Renovasi Rp6,4 Triliun, Perpustakaan Palsu Jadi Sorotan
Jumat / 03-07-2026, 06:29 WIB
Penumpang Gelisah Paksa Pendaratan Darurat Pesawat United Express
Jumat / 03-07-2026, 06:28 WIB






