Krisis Biaya Hidup Paksa Mahasiswa di Inggris Kurangi Makan
Tekanan finansial akibat kenaikan biaya hidup dan sewa tempat tinggal kini melanda mahasiswa di Inggris.
Banyak dari mereka terpaksa mengurangi porsi makan, bekerja paruh waktu dengan durasi panjang, atau menumpuk utang demi bertahan kuliah.
>>> Pemerintah Subsidi Kedelai Impor Rp2.000 per Kg Akibat Dolar Tembus Rp18.000
Para pakar memperingatkan bahwa situasi ini berisiko menutup akses pendidikan tinggi bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Riset dari perusahaan pengelola hunian mahasiswa PfP Students terhadap 800 mahasiswa aktif dan 800 calon mahasiswa mengungkapkan bahwa 34 persen responden mengeluhkan tarif sewa akomodasi yang sudah tidak terjangkau.
Dari kelompok yang kesulitan tersebut, sebanyak 71 persen terpaksa menghemat pengeluaran untuk konsumsi makanan serta transportasi demi bisa membayar tempat tinggal.
Laporan PfP Students memaparkan bahwa lebih dari separuh mahasiswa di Inggris, Skotlandia, dan Wales menanggung biaya sewa di atas £700 atau sekitar Rp 16,9 juta per bulan.
Beban akomodasi tersebut melampaui rata-rata pinjaman biaya hidup bulanan dari pemerintah Inggris sebesar £617 (Rp 14,9 juta), Skotlandia £694 (Rp 16,7 juta), dan Wales £679 (Rp 16,3 juta).
Survei yang sama menunjukkan 51 persen mahasiswa yang terhimpit biaya sewa memilih membatasi kehidupan sosial, sementara 48 persen lainnya terpaksa mencari pinjaman dana tambahan.
Mahasiswa Terjepit Antara Kuliah dan Biaya Hidup
Leo Magid, mahasiswa di Anglia Ruskin University, mengaku harus bekerja hingga 34 jam setiap minggu di sela perkuliahan untuk menyambung hidup.
Menurutnya, dana pinjaman biaya hidup maksimal yang ia terima tetap tidak mampu menutupi beban sewa tempat tinggal.
Kondisi ini sejalan dengan temuan National Union of Students (NUS) UK yang mencatat 96 persen mahasiswa melakukan penghematan ekstrem, dan 11 persen di antaranya bergantung pada bank makanan.
Update Terbaru
Ancelotti Akui Neymar Kecewa Minim Menit Bermain di Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Polisi Usut Pelemparan Bom Molotov ke Rumah Advokat di Ciracas
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Sand: Raiders of Sophie Tembus 300.000 Penjualan, CEO TinyBuild Bercanda soal AC
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Babak I 16 Besar Piala Dunia: Saibari Cedera, Kanada vs Maroko Imbang
Minggu / 05-07-2026, 01:29 WIB
Street Fighter 6 Season 4 Fokus pada Karakter Baru untuk Menarik Pemain Muda
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Cyberpunk 2077 Tembus 40 Juta Kopi Terjual, CD Projekt Red Puji Dukungan Jangka Panjang
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Square Enix Akui Kebiasaan Mengumumkan Game Terlalu Dini, Ubah Strategi Pemasaran
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Masa Depan Final Fantasy 14 Mobile Makin Tidak Pasti, Situs Resmi Offline Berminggu-minggu
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Film Plastik Ini Hancurkan Virus Hanya dengan Sentuhan, Kata Ahli Ini Pengubah Permainan
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Kesehatan Otak di Usia 11 Tahun Bisa Ungkap Risiko Demensia di Usia 70
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Houston Hadapi Peringatan Panas Ekstrem saat Akhir Pekan Empat Juli
Minggu / 05-07-2026, 01:27 WIB
Pittsburgh Perketat Keamanan Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS
Minggu / 05-07-2026, 01:27 WIB
Linda Noskova Kalahkan Sorana Cirstea di Babak Ketiga Wimbledon
Minggu / 05-07-2026, 01:22 WIB
Canada vs Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 01:22 WIB







