Telkom Buyback Saham Rp4 Triliun dan Bagikan Dividen, Analis Optimistis
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp4 triliun serta membagikan dividen.
Langkah korporasi ini mendorong kenaikan harga saham TLKM sebesar 7,66 persen ke level Rp2.530 pada perdagangan Selasa (9/6/2026).
>>> Dewan Ekonomi Nasional Laporkan Risiko Pelemahan Rupiah ke Presiden
Sebanyak 33 dari 42 analis atau sekitar 78,6 persen kini memberikan rekomendasi beli (buy) untuk saham TLKM.
Sembilan analis lainnya menyarankan tahan (hold) dengan target harga rata-rata 12 bulan di level Rp3.560,54 per saham.
Analis Macquairie Indra Cahya menetapkan target harga Rp3.200 per saham.
Analis Trimegah Sekuritas Sabrina memasang target Rp3.280 per saham, sementara Arthur Pineda dari Citi menargetkan Rp3.575 dan Piyush Choodhary mematok Rp4.150 per saham.
Target harga lebih tinggi juga datang dari HSBC senilai Rp4.150 per saham, BNI Sekuritas dan CGS International sebesar Rp3.900 per saham, serta JP Morgan di level Rp3.600 per saham.
RUPST Setujui Dividen dan Buyback
Alokasi dividen yang disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni terdiri atas Rp17,8 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 dan Rp4,2 triliun dari laba ditahan.
>>> Menguak Misteri Jumlah Pintu Lawang Sewu Semarang
Pembayaran dividen dijadwalkan paling lambat 10 Juli 2026.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan bahwa kebijakan pembagian dividen telah mempertimbangkan keseimbangan pengembalian bagi pemegang saham dan kebutuhan investasi perseroan.
"Keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun," ujarnya.
Program buyback saham senilai maksimal Rp4 triliun akan berlangsung mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Sepanjang tahun 2025, Telkom mencatatkan pendapatan Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun.
>>> Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama Libema Open 2026
Percepatan depresiasi karena agenda transformasi berdampak pada laba bersih namun tidak memengaruhi arus kas operasional.
Update Terbaru
Batal Damai, Kubu Sarwendah Hormati Langkah Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak
Jumat / 03-07-2026, 08:01 WIB
Bos PLN Ungkap Penyebab Pasokan Listrik Terganggu
Jumat / 03-07-2026, 08:01 WIB
Pernyataan Menteri Desa soal MBG Tuai Kecaman, Netizen: Penghinaan
Jumat / 03-07-2026, 08:01 WIB
Yusril Respons Polemik Sidang Nadiem Makarim: Kalau Ada Pelanggaran, KY yang Menilai
Jumat / 03-07-2026, 08:01 WIB
Casio Rilis Jam Tangan Baby-G BGA-290SA dengan Finishing Metalik Premium
Jumat / 03-07-2026, 08:00 WIB
Maskulinitas dan Gaya Para Bintang Piala Dunia 2026 Pakai Tas Hermes
Jumat / 03-07-2026, 08:00 WIB
Ramalan Zodiak 3 Juli: Libra Banyak Peluang, Sagitarius Dengarkan Saran
Jumat / 03-07-2026, 08:00 WIB
Cara Mencairkan Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Sebesar Rp2,1 Juta
Jumat / 03-07-2026, 07:56 WIB
CEO Epic Sebut AI Bisa Selamatkan Destiny 2 dan Bantu Game Sejenis Berkembang
Jumat / 03-07-2026, 07:42 WIB
Manga Mavericks Lisensi Motionless, The Sword of Paros, dan Hero Company
Jumat / 03-07-2026, 07:42 WIB
Vatikan Nyatakan Ekskomunikasi Enam Uskup SSPX
Jumat / 03-07-2026, 07:41 WIB
Kanada dan British Columbia Tandatangani Paket Kerja Sama Multimiliar Dolar
Jumat / 03-07-2026, 07:41 WIB
Vote Kreator Favoritmu untuk Masuk Kredit Film Minecraft
Jumat / 03-07-2026, 07:36 WIB
Piala Dunia 2026: AS Lolos Meski Kena Kartu Merah, Kane Selamatkan Inggris
Jumat / 03-07-2026, 07:36 WIB






