IHSG Melonjak 7,57% ke 5.746 Usai BI Naikkan Suku Bunga
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 7,57% ke level 5.746 pada perdagangan Selasa (9/6/2026).
Lonjakan ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.
>>> Jemaah Haji Banyuwangi Meninggal Akibat Serangan Jantung di Mekkah
Kenaikan BI Rate bertujuan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang terus tertekan. Rupiah saat ini masih bertahan di kisaran Rp18.000 per dolar AS.
Penguatan IHSG didorong oleh apresiasi saham-saham berkapitalisasi besar.
Saham BBCA menguat 6,19% ke Rp5.150, BREN melonjak 13,93% ke Rp4.090, BBRI naik 7,72% ke Rp2.790, DCII naik 2,06% ke Rp173.500, dan BMRI melesat 10,24% ke Rp4.090.
Volume transaksi tercatat sangat masif, mencapai 41,73 miliar saham dengan nilai perputaran Rp27,80 triliun. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pun bertambah menjadi Rp10.098 triliun.
IHSG Masih dalam Tren Bearish
Meski reli tajam terjadi, secara akumulatif IHSG masih dalam tekanan.
Dalam sepekan terakhir, indeks masih terkoreksi 6,21%, merosot 17,54% dalam sebulan, dan terpangkas 33,54% secara year-to-date.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai kenaikan selektif beberapa saham belum menandakan berakhirnya fase bearish.
>>> Pelemahan Rupiah Jadi Peringatan bagi Sektor Properti Perumahan
Menurutnya, selama arus keluar dana asing masih besar dan rupiah belum stabil, reli hanya akan terjadi pada saham tertentu.
Aksi jual investor asing masih berlanjut dengan net sell Rp447,06 miliar pada Senin (8/6/2026). Akumulasi jual bersih asing sejak awal tahun mencapai Rp61,80 triliun.
Hendra menambahkan bahwa pelemahan rupiah, tingginya suku bunga global, derasnya arus keluar dana asing, dan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik menjadi tekanan utama bagi saham berkapitalisasi besar.
Sebagai respons, Bank Indonesia menaikkan BI Rate 25 bps ke 5,50% untuk menahan pelemahan rupiah.
Langkah ini diambil secara pre-emptive guna menjaga inflasi dalam target 2,5±1% pada 2026 dan 2027.
BI juga menaikkan imbal hasil instrumen domestik dan meluncurkan insentif baru untuk menarik kembali arus modal asing.
>>> Veda Ega Pratama Rindu Soto dan Bakso Selama Balapan di Eropa
Otoritas moneter menyatakan stabilisasi nilai tukar rupiah penting untuk menjaga ketahanan eksternal dan mencapai sasaran inflasi.
Update Terbaru
Mahkamah Agung AS Tolak Permohonan Jurnalis Tunda Denda Pengungkapan Sumber
Jumat / 03-07-2026, 05:31 WIB
Toronto Raptors Rekrut Veteran Kyle Anderson dengan Kontrak Satu Tahun
Jumat / 03-07-2026, 05:29 WIB
Pelatih Kroasia Dalic Tekankan Disiplin Lini Tengah Hadapi Portugal
Jumat / 03-07-2026, 05:29 WIB
Proyek Rekompilasi Donkey Kong 64 Tolak "AI Vibe Coding" demi Kualitas
Jumat / 03-07-2026, 05:29 WIB
Jack Smith Sesali Pemecatan Agen FBI oleh Pemerintahan Trump
Jumat / 03-07-2026, 05:28 WIB
White Sox Hadapi Guardians di Pembuka Seri Divisi AL Central
Jumat / 03-07-2026, 05:28 WIB
Rekor Kembang Api 4 Juli Picu Peringatan Kualitas Udara Parah di Washington
Jumat / 03-07-2026, 05:28 WIB
Mahkamah Agung AS Tolak Blokir Denda untuk Mantan Jurnalis Fox
Jumat / 03-07-2026, 05:28 WIB
FDA Perluas Penarikan Keju Akibat Wabah Listeria Mematikan
Jumat / 03-07-2026, 05:26 WIB
Mantan Atlet Olimpiade Didakwa Rusak Kolam Refleksi Lincoln Memorial
Jumat / 03-07-2026, 05:26 WIB
Tesla Luncurkan Model Y Tiga Baris di Amerika Serikat
Jumat / 03-07-2026, 05:22 WIB
Sarina Wiegman Didorong Jadi Pelatih Belanda Gantikan Ronald Koeman
Jumat / 03-07-2026, 05:22 WIB
Virgil van Dijk Batal Gantung Sepatu? Sosok Arne Slot Jadi Kunci
Jumat / 03-07-2026, 05:21 WIB
Jaksa Agung Louisiana Liz Murrill Didakwa 16 Tuduhan Pidana
Jumat / 03-07-2026, 05:21 WIB






