Depresiasi Rupiah Kuartal II 2026: Berbeda dengan Krisis Sebelumnya
Tren depresiasi rupiah yang berlangsung sejak awal 2026 semakin menguat pada kuartal kedua. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang perbedaan pelemahan kali ini dengan episode tekanan sebelumnya.
Dalam tiga dekade terakhir, Indonesia mengalami berbagai episode pelemahan nilai tukar.
>>> Sufmi Dasco Ahmad: Sektor Perbankan Indonesia Tumbuh Positif
Mulai dari krisis Asia 1998, krisis keuangan global 2008, taper tantrum 2013, pandemi Covid-19 2020, hingga tekanan pada 2025.
Meski sekilas tampak serupa, akar masalah, respons pasar, dan konsekuensi ekonomi setiap episode tidak pernah identik. Kali ini, sumber tekanan memiliki karakter yang berbeda.
Perbandingan Episode Depresiasi Rupiah
Pada krisis 1998, pelemahan rupiah dipicu guncangan eksternal besar dan kerentanan domestik.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyebut krisis saat itu bersifat sistemik akibat utang valas swasta, perbankan rapuh, rezim nilai tukar tidak fleksibel, dan krisis politik.
Rupiah menyentuh level terendah Rp14.950/US$ pada 30 Juni 1998. Level itu baru hampir terlampaui pada krisis 2018 di Rp14.903/US$.
Krisis 2008 berasal dari runtuhnya sistem keuangan global yang membekukan likuiditas dunia. Rupiah mencapai Rp11.700/US$ pada 31 Maret 2009.
Gejolak 2013 dipicu perubahan arah kebijakan moneter AS.
Pernyataan Ketua The Fed Ben Bernanke tentang pengurangan stimulus menyebabkan imbal hasil obligasi AS melonjak dan investor keluar dari pasar negara berkembang.
Rupiah terdepresiasi dari Rp9.925/US$ pada 28 Juni 2013 menjadi Rp12.170/US$ pada akhir tahun.
Kepemilikan asing di obligasi domestik yang tinggi dan defisit transaksi berjalan memperparah tekanan.
Pada 2020, pandemi Covid-19 mengontraksi aktivitas ekonomi global. Rupiah menembus level terendah Rp16.310/US$ pada Maret 2020.
Kondisi Saat Ini: Lebih Terkendali tapi Tantangan Baru
Update Terbaru
Bintang Obsession Bocorkan Film Horor Komedi Terbaru Curry Barker
Rabu / 01-07-2026, 18:30 WIB
Manga Soara and the House of Monsters Karya Hidenori Yamaji Diadaptasi Jadi Anime TV pada 2027
Rabu / 01-07-2026, 18:30 WIB
New York Mets Bayar Gaji Tahunan Bobby Bonilla Lagi
Rabu / 01-07-2026, 18:30 WIB
Polisi Ohio Tangkap Empat Dewasa Setelah Selamatkan 16 Anak dari Rumah Kumuh
Rabu / 01-07-2026, 18:29 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa Timur, Ratusan Ribu Jiwa Terancam
Rabu / 01-07-2026, 18:29 WIB
Cara Cepat Dapatkan Saldo DANA 10K dengan Menonton 1 Episode Drama
Rabu / 01-07-2026, 18:29 WIB
Pengujian One UI 9.0 Meluas ke Ponsel Galaxy Murah
Rabu / 01-07-2026, 18:28 WIB
Sinopsis Spider-Man: Homecoming di Bioskop Trans TV Hari Ini
Rabu / 01-07-2026, 18:28 WIB
Dua Lipa Resmikan Perpustakaan Berisi Koleksi Buku Terlarang di Portugal
Rabu / 01-07-2026, 18:28 WIB
São João da Madeira Uji Coba Pengiriman Obat Pakai Drone
Rabu / 01-07-2026, 18:28 WIB
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Minta Polri Perkuat Kepercayaan Publik dan Tingkatkan Integritas
Rabu / 01-07-2026, 18:27 WIB
Learner Tien Hadapi Marton Fucsovics di Wimbledon dengan Keunggulan Peringkat
Rabu / 01-07-2026, 18:25 WIB
Trump Gelar Dua Perayaan HUT AS, Khawatirkan Minimnya Pengunjung
Rabu / 01-07-2026, 18:25 WIB
California Jury Perintahkan Chris Brown Bayar 12,9 Juta Dolar
Rabu / 01-07-2026, 18:25 WIB






