Bahlil Batalkan Skema Gross Split di Sektor Pertambangan Minerba
Kenaikan harga bahan baku tersebut memicu dampak signifikan pada operasional smelter High Pressure Acid Leach (HPAL).
Banyak proyek HPAL kini beroperasi dengan margin EBITDA yang sangat tipis bahkan sebagian mencatatkan nilai negatif.
>>> Jadwal Libur Sekolah Semester Genap 2026 Resmi Dirilis, Ini Rinciannya
"Dalam kondisi seperti ini, jika ada tambahan gross split dapat langsung membuat proyek baru maupun ekspansi menjadi tidak feasible," kata Arif.
Jika skema gross split tetap dipaksakan berjalan, indikator finansial proyek seperti Internal Rate of Return (IRR) akan merosot tajam.
Risiko lainnya meliputi perpanjangan payback period, potensi pembatalan proyek, hingga penurunan daya saing Indonesia dari negara kompetitor.
Penerapan aturan yang berubah drastis dikhawatirkan merusak persepsi risiko investasi di Indonesia.
Hal ini dapat menghambat masuknya modal baru dan memicu perpindahan basis industri hilirisasi ke negara lain.
"Jika gross split ini diterapkan, maka akan memberikan risiko-risiko yang serius, termasuk industri hilirisasi nikel di Indonesia, terutama akan mendorong relokasi investasi dan hilirisasi nikel ke negara lain yang lebih kompetitif," jelas Arif.
Sebelumnya, Kementerian ESDM sempat mengkaji opsi adopsi model kontrak minyak dan gas bumi seperti cost recovery atau gross split untuk diterapkan di sektor minerba.
Namun, Bahlil Lahadalia menegaskan aturan bagi hasil gross split murni hanya ditujukan untuk aktivitas hulu migas, sehingga tata kelola pertambangan minerba dipastikan tidak mengalami perubahan mekanisme.
"Sementara di sektor minerba tidak ada perubahan sama sekali.
Sehingga ini penting saya sampaikan untuk memberikan penegasan bahwa aturan yang sudah ada tidak ada perubahan untuk selamanya.
Itu tugas saya untuk menjaga itu," kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/5/2026).
"Hari ini kita melakukan diskusi panjang, hampir satu setengah jam.
>>> Jemaah Haji Asal Blora Apresiasi Kedekatan Hotel dengan Masjid Nabawi
Untuk bagaimana membuat satu formulasi kebijakan yang memberikan kepastian kepada pelaku usaha khususnya di sektor pertambangan," jelas Bahlil.
Update Terbaru
Daftar Pekerjaan Paling Terancam AI: Penerjemah hingga Penulis
Sabtu / 04-07-2026, 04:32 WIB
Dark Horse Rilis Edisi Kedua Buku Seni Deva Zan Karya Yoshitaka Amano dengan Sampul Baru
Sabtu / 04-07-2026, 04:14 WIB
Australia Kalahkan Mesir, Mohamed Hany Catat Rekor Dua Gol Bunuh Diri di Piala Dunia
Sabtu / 04-07-2026, 04:14 WIB
FIFA Ubah Jadwal Inggris vs Meksiko di Piala Dunia karena Cuaca Buruk
Sabtu / 04-07-2026, 04:14 WIB
Panduan Main Minecraft Java dan Bedrock Edition agar Makin Jago
Sabtu / 04-07-2026, 04:11 WIB
Panduan Login X Twitter Web dengan Aman dan Anti Ribet
Sabtu / 04-07-2026, 04:11 WIB
Trump Dikabarkan Masih Pertimbangkan Pengampunan untuk Diddy
Sabtu / 04-07-2026, 04:11 WIB
Demokrat Dituding Perangi Program Pilihan Sekolah
Sabtu / 04-07-2026, 04:10 WIB
DPR AS Setujui Anggaran Negara Bagian Hampir $34 Miliar
Sabtu / 04-07-2026, 04:10 WIB
Detail Baru Desain Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce Terungkap
Sabtu / 04-07-2026, 04:10 WIB
Pria Houston Ditangkap karena Rekam Serangan Water Gun ke Tunawisma
Sabtu / 04-07-2026, 04:10 WIB
Mike Vrabel dan Istri Hadiri Pernikahan Taylor Swift Usai Skandal Dianna Russini
Sabtu / 04-07-2026, 04:10 WIB
Swifties Nyanyikan 'Love Story' di Luar MSG Saat Pernikahan Taylor Swift
Sabtu / 04-07-2026, 04:09 WIB
4 Fakta Menarik Spanyol vs Austria, La Furia Roja Mulus ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 04:09 WIB






