Bapanas Perketat Pengawasan Residu Pestisida pada Pangan Segar
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengawasan residu pestisida pada pangan segar sebagai langkah menjaga keamanan pangan nasional.
Langkah ini dinilai krusial karena penggunaan pestisida berlebih pada komoditas hortikultura masih berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.
>>> Potensi Macet di Senayan Jelang Laga Indonesia vs Mozambik
Isu ini mengemuka bertepatan dengan Hari Keamanan Pangan Sedunia yang diperingati setiap 7 Juni.
Pemerintah menilai keamanan pangan berdampak langsung pada kesehatan publik dan daya saing produk lokal di pasar internasional.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto menyatakan bahwa pangan yang beredar wajib aman, sehat, serta terbebas dari cemaran fisik, biologis, maupun kimia.
"Cemaran kimia yang perlu kita antisipasi adalah residu-residu pestisida yang di atas ambang batas yang kemudian itu menyebabkan pangan tidak aman," katanya di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Andriko menambahkan bahwa masalah keamanan pangan ini turut memengaruhi performa perdagangan internasional Indonesia.
Data pemerintah menunjukkan adanya kenaikan notifikasi phytosanitary produk ekspor Indonesia dari 2.147 laporan pada 2024 menjadi 2.496 laporan pada 2025.
Dari total kasus tersebut, 47,04% di antaranya ditemukan pada komoditas pangan segar. Padahal, kelompok pangan segar menyumbang kontribusi hingga 47,4% dari keseluruhan ekspor pangan nasional.
Merespons situasi ini, pemerintah mengintegrasikan Indeks Keamanan Pangan Segar (IKPS) ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Target IKPS tahun 2025 sebesar 60 berhasil dilampaui dengan realisasi mencapai 61 poin.
"Target kita 60, capaian kita 61, jadi secara nasional target keamanan pangan kita itu tercapai," ujar Andriko.
Pengujian langsung di lapangan juga berkala dilakukan, dan hasilnya memperlihatkan bahwa lebih dari 90% sampel produk pangan segar di pasar telah memenuhi standar baku mutu yang berlaku.
Update Terbaru
Kolonel Budi Diduga Terlibat Korupsi MBG, TNI Hormati Proses Hukum
Jumat / 03-07-2026, 14:56 WIB
Jenderal Polisi Lalu Muhammad Iwan Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Food Tray Program MBG
Jumat / 03-07-2026, 14:56 WIB
PLN Pastikan Tak Ada Lagi Mati Lampu Bergilir di Jawa Sejak 21 Juni
Jumat / 03-07-2026, 14:56 WIB
Cristiano Ronaldo Ucap Bismillah Sebelum Eksekusi Penalti, Momen di Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan
Jumat / 03-07-2026, 14:52 WIB
Indonesia Siap Distribusikan 37,92 Juta Liter B50 untuk Mandatori Biodiesel
Jumat / 03-07-2026, 14:51 WIB
Lenovo Rilis HP AI Khusus Anak, Tanpa Game dan Medsos
Jumat / 03-07-2026, 14:51 WIB
PAN Nonaktifkan Ondim Langkat dari Ketua DPW Sumut Usai Kena OTT KPK
Jumat / 03-07-2026, 14:51 WIB
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Halmahera, Indonesia
Jumat / 03-07-2026, 14:50 WIB
Start Menu Windows 11 Kini Lebih Modular di Insider Experimental
Jumat / 03-07-2026, 14:50 WIB
Chrome Resmi Matikan Ekstensi Manifest V2, Ini Alternatifnya
Jumat / 03-07-2026, 14:50 WIB
Video Mukena Putih Coolmax Viral di TikTok, Benarkah Ada Versi Full Tanpa Sensor? Ini Fakta yang Perlu Diketahui
Jumat / 03-07-2026, 14:49 WIB
Unai Simon Pecahkan Rekor Clean Sheet Terlama di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 14:49 WIB
Kubu Japto Buka Suara soal Aset Disita KPK Diduga Hasil Korupsi
Jumat / 03-07-2026, 14:49 WIB
Iran Ancam AS-Israel jika Berani Serang saat Pemakaman Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 14:49 WIB






