Komdigi Batasi Akses Anak di Bawah 16 Tahun pada Platform Risiko Tinggi
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melarang anak di bawah usia 16 tahun mengakses platform digital dengan kategori risiko tinggi.
Kebijakan ini diatur melalui regulasi PP TUNAS yang bertujuan mencegah bahaya keselamatan dan ancaman nilai radikalisme.
>>> CEO NVIDIA: Kelangkaan Memori Chip AI Berlanjut Beberapa Tahun
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan regulasi tersebut menetapkan beberapa indikator risiko yang dinamakan 'K' yang wajib diwaspadai orang tua.
Penjelasan ini disampaikan dalam acara peluncuran buku saku AKSI DIGITAL pada Senin (8/6/2026).
Indikator Risiko pada Platform Digital
Indikator risiko pertama yang menjadi perhatian pemerintah adalah fitur komunikasi yang membuka peluang interaksi dengan pihak luar yang tidak dikenal oleh anak.
"K yang pertama adalah Kontak.
Platform yang memiliki fitur seperti ini kita anggap juga salah satu indikator menjadi platform yang high risk karena memberikan atau memberi akses anak berkontak dengan orang tak dikenal," terang Meutya.
Meutya mengungkapkan interaksi tersebut sangat berbahaya karena memicu tindakan kriminal terhadap anak hingga ancaman radikalisme.
Pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bahkan menemukan indikasi perekrutan jaringan radikal melalui platform permainan.
"Di sini banyak, maaf, child grooming, kemudian juga kemarin dari BNPT melaporkan ada perekrutan radikalisasi di sebuah games online dan sebagainya, berawal dari fitur yang membuat anak bisa berkomunikasi atau berkontak dengan orang tak dikenal," sambungnya.
Faktor risiko berikutnya adalah muatan materi di dalam platform yang tidak sesuai dengan perkembangan usia anak.
Kategori risiko tinggi disematkan pada platform yang memuat materi pornografi serta tayangan kekerasan yang tidak layak konsumsi.
>>> Ruben Onsu Kehilangan Percaya Diri Temui Anak karena Dijauhkan
Update Terbaru
Aksi Teatrikal di Unair Kritik Latihan Militer Kopdes Tewaskan Peserta
Sabtu / 04-07-2026, 22:28 WIB
Mental Baja Vozinha: Larang Rekan Menangis usai Ditekuk Argentina
Sabtu / 04-07-2026, 22:28 WIB
Sertijab Kakorlantas, Irjen Agus Titip Pesan ke Irjen Wibowo
Sabtu / 04-07-2026, 22:28 WIB
Hasil Uji Coba: Cetak Gol Telat, Malaysia U-17 Tahan Imbang Indonesia
Sabtu / 04-07-2026, 22:27 WIB
Museum Nintendo Tembus 800.000 Pengunjung Sejak Dibuka
Sabtu / 04-07-2026, 22:27 WIB
Rumor GTA 6: Versi Switch 2 Diklaim Atasi Hambatan Teknis
Sabtu / 04-07-2026, 22:27 WIB
Paus Leo XIV Berdoa untuk Migran di Lampedusa Tepat Hari Kemerdekaan AS
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Link Live Streaming Kanada vs Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Kenapa Fan Antusias dengan Pernikahan Taylor Swift? Ini Kata Psikolog
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Star Fox Jadi Game Terlaris di eShop Nintendo Switch 2 Jepang Juni 2026
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Aspyr Pilih Kualitas Visual daripada 60 FPS di Rise of the Tomb Raider Switch 2
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Capcom Ingin Perluas Jangkauan Mega Man Menjelang 40 Tahun Seri
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Danganronpa 2×2 Ditunda ke Awal 2027, Spike Chunsoft Konfirmasi
Sabtu / 04-07-2026, 22:21 WIB
Ferrari Rebut Pole Sprint Kejutan di GP Inggris
Sabtu / 04-07-2026, 22:17 WIB







