PT KAI Siapkan Rp9,18 Triliun untuk Pengadaan KRL Jabodetabek
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI mengalokasikan investasi sebesar Rp9,18 triliun untuk pengadaan sarana kereta rel listrik (KRL) di kawasan Jabodetabek.
Dana tersebut akan digunakan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
>>> Elektrifikasi Armada Kurir Percepat Implementasi Logistik Hijau
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa pengadaan akan dilakukan melalui lima tahap.
Tahap pertama adalah pembelian 16 rangkaian kereta (trainset) dari PT INKA (Persero) senilai Rp3,8 triliun.
“Investasi 9,18 triliun ini [direalisasikan] melalui 5 staging, satu adalah pengadaan KRL baru sebanyak 16 trainset ini dengan PT Inka senilai Rp3,8 triliun yang telah kita melakukan adendum terhadap kontraknya di Desember 2025,” ujar Bobby Rasyidin di Kompleks Parlemen RI.
Lima Tahap Pengadaan KRL
Tahap kedua melibatkan impor tiga rangkaian kereta baru dari CRRC dengan anggaran Rp830 miliar.
Tahap ketiga adalah pengadaan delapan rangkaian kereta baru sebagai pengganti 17 retrofit senilai Rp2,20 triliun melalui kerja sama dengan CRRC Qingdao Sifang Co. Ltd.
Tahap keempat mencakup proyek retrofit dua rangkaian kereta senilai Rp250 miliar bersama PT INKA.
>>> Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis 2026, Tambah Uang Jajan dari HP
Tahap kelima ditutup dengan rencana pengadaan delapan rangkaian kereta baru senilai Rp2,05 triliun dengan mitra yang sama.
Struktur pembiayaan proyek ini mengandalkan bauran dana multi-skenario dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagai penyokong utama.
PMN melalui PT KAI menyumbang porsi terbesar hingga 58 persen atau setara Rp5,3 triliun yang disalurkan bertahap dalam tiga tahun anggaran.
Pemerintah menyalurkan PMN tahun anggaran 2024 sebesar Rp2 triliun berdasarkan PP No. 52 Tahun 2024, disusul PMN tahun anggaran 2025 senilai Rp1,8 triliun melalui PP No. 51 Tahun 2025, serta proyeksi PMN tahun anggaran 2026 sebesar Rp1,5 triliun.
Kekurangan dana akan dipenuhi melalui diversifikasi pembiayaan sektor swasta lewat skema kredit sindikasi bank sebesar Rp3,69 triliun atau 40 persen dari total investasi.
>>> 14 Kebiasaan Digital yang Merusak Perangkat dan Mengancam Data, Segera Hentikan
Sisa pembiayaan sebesar 2 persen atau Rp0,19 triliun akan ditutupi menggunakan kas internal PT KCI.
Update Terbaru
Los Angeles Lakers Bangun Ulang Skuad di Sekitar Luka Doncic dengan Beberapa Perekrutan
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
ICE Bebaskan Biarawati Nigeria yang Ditahan Saat Berjalan ke Gereja di Texas
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
Toronto Raptors Resmi Perpanjang Kontrak Alijah Martin Dua Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
St. Louis Blues Resmi Rekrut Ross Johnston Kontrak Tiga Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:29 WIB
15 Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui Pengguna
Kamis / 02-07-2026, 01:29 WIB
Kode Redeem FF Free Fire Terbaru Juli 2026, Klaim Skin dan Diamond Gratis
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Web Top Up Diamond Free Fire Termurah dan Aman, Ada Diskon?
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
7 Aplikasi AI Penghasil Uang 2026, Terbukti Bayar ke DANA dan Gopay
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Mint Mobile Tawarkan Paket Unlimited Rp15/Bulan, Incar Pelanggan T-Mobile
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Indonesia Nonaktifkan 4,8 Juta Akun Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Euforia Suporter Meksiko Rayakan Kemenangan Piala Dunia di LA dan Mexico City
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Indonesia Targetkan Netralitas Degradasi Lahan 12,3 Juta Hektare pada 2030
Kamis / 02-07-2026, 01:26 WIB
Panduan Mengoperasikan Jalur Logistik Ramah Lingkungan di China Sepanjang 2026
Kamis / 02-07-2026, 01:26 WIB
Melania Trump Raup Rp170 Miliar dari Film Dokumenter Amazon
Kamis / 02-07-2026, 01:25 WIB






