Pelanggan IndiHome Telkomsel Tembus 10,3 Juta di Kuartal I/2026
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan IndiHome yang solid pada kuartal I/2026.
Berdasarkan data presentasi korporasi Telkom, basis pelanggan fixed broadband (FBB) IndiHome mencapai 10,3 juta pengguna. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
>>> Google Sewa Infrastruktur AI SpaceX Rp16,6 Triliun per Bulan
Secara tahunan, pertumbuhan pelanggan FBB mencapai 4,9% year-on-year (YoY).
Pada kuartal I/2025, jumlah pelanggan tercatat 9,84 juta, lalu naik menjadi 10,32 juta pada kuartal I/2026.
Peningkatan volume pengguna juga mendorong penetrasi konvergensi fixed-mobile convergence (FMC).
Sektor ini melonjak 11,8% YoY menjadi 6,08 juta pengguna, menguasai sekitar 59% pangsa pasar segmen tersebut.
Pendapatan dan ARPU Tertekan
Meski jumlah pelanggan bertambah, pendapatan dari sektor FBB justru terkoreksi.
Pendapatan turun 4,7% YoY menjadi Rp6,37 triliun dari sebelumnya Rp6,68 triliun pada kuartal I/2025.
>>> Telkom Siapkan Buyback Saham Rp4 Triliun dan Rombak Pengurus
Secara kuartalan, pendapatan juga menurun tipis 0,4% dibandingkan kuartal IV/2025 yang sebesar Rp6,39 triliun.
Penurunan pendapatan ini seiring dengan tekanan pada Average Revenue Per User (ARPU).
ARPU FBB turun signifikan 8,9% YoY, dari Rp224.000 menjadi Rp204.000 per pelanggan pada kuartal I/2026.
Nilai ARPU tersebut stagnan sejak akhir tahun lalu, mencerminkan kompetisi harga yang ketat di industri broadband.
Menghadapi dinamika pasar, manajemen Telkom mengalihkan fokus bisnis ke optimalisasi ekosistem digital. Langkah ini diambil untuk menjaga fundamental jangka panjang perusahaan.
Dalam laporan resmi, perseroan menyatakan fokus pada peningkatan kualitas pelanggan konvergensi dan memperkuat keterikatan ekosistem rumah tangga melalui ekspansi pelanggan yang disiplin serta retensi berkualitas.
>>> Teknisi Ungkap Tanda Baterai Lithium Motor Listrik Mulai Menurun
Strategi konvergensi Telkomsel dinilai pengamat pasar modal tetap menjadi mesin pertumbuhan baru bagi grup di masa depan, meskipun ada volatilitas ARPU akibat penyesuaian paket komersial.
Update Terbaru
LiSA Rilis Vinyl Eksklusif Rayakan 15 Tahun Karier pada 26 Agustus
Minggu / 05-07-2026, 01:43 WIB
Ancelotti Akui Neymar Kecewa Minim Menit Bermain di Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Polisi Usut Pelemparan Bom Molotov ke Rumah Advokat di Ciracas
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Sand: Raiders of Sophie Tembus 300.000 Penjualan, CEO TinyBuild Bercanda soal AC
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Babak I 16 Besar Piala Dunia: Saibari Cedera, Kanada vs Maroko Imbang
Minggu / 05-07-2026, 01:29 WIB
Street Fighter 6 Season 4 Fokus pada Karakter Baru untuk Menarik Pemain Muda
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Cyberpunk 2077 Tembus 40 Juta Kopi Terjual, CD Projekt Red Puji Dukungan Jangka Panjang
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Square Enix Akui Kebiasaan Mengumumkan Game Terlalu Dini, Ubah Strategi Pemasaran
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Masa Depan Final Fantasy 14 Mobile Makin Tidak Pasti, Situs Resmi Offline Berminggu-minggu
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Film Plastik Ini Hancurkan Virus Hanya dengan Sentuhan, Kata Ahli Ini Pengubah Permainan
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Kesehatan Otak di Usia 11 Tahun Bisa Ungkap Risiko Demensia di Usia 70
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Houston Hadapi Peringatan Panas Ekstrem saat Akhir Pekan Empat Juli
Minggu / 05-07-2026, 01:27 WIB
Pittsburgh Perketat Keamanan Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS
Minggu / 05-07-2026, 01:27 WIB
Linda Noskova Kalahkan Sorana Cirstea di Babak Ketiga Wimbledon
Minggu / 05-07-2026, 01:22 WIB







