CEO TSMC Ragukan Rencana Produksi Chip Terafab Milik Elon Musk
Chief Executive Officer Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), C. C.
Wei, meragukan rencana Elon Musk untuk memproduksi satu juta wafer per bulan secara mandiri melalui proyek Terafab.
>>> Ramalan Zodiak 6 Juni 2026: Libra Waspada, Scorpio Bertindak, Sagitarius Fokus
Pernyataan itu disampaikan Wei di hadapan para pemegang saham perusahaan pada Jumat (5/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detik iNET yang mengutip laporan Nikkei Asia.
Wei menilai target ambisius pemilik Tesla tersebut membutuhkan proses yang sangat panjang dan tidak mudah direalisasikan.
"Saya hanya akan mengucapkan, 'Semoga beruntung' atas proyek Terafab milik Elon Musk," ujar Wei.
Menurut Wei, pembangunan satu pabrik chip biasanya memakan waktu dua hingga tiga tahun, ditambah satu sampai dua tahun lagi untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Dengan demikian, tidak ada jalan pintas dalam bisnis ini dan proyek sebesar itu sulit terwujud dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Wei menegaskan kesiapan TSMC dalam menghadapi kompetisi pasar global yang telah mereka lalui selama tiga hingga empat dekade terakhir.
>>> Pemilik Motor Listrik Wajib Kalibrasi Baterai Berkala Demi Jaga Performa
Ia juga memaparkan hubungan bisnis dengan Intel yang saat ini masih menjadi salah satu dari 10 pelanggan utama TSMC.
"Kami ingin menghasilkan uang dari mereka dan juga akan terus melindungi kekayaan intelektual dan rahasia dagang kami sendiri," aku Wei dikutip dari Electronics Weekly.
Pernyataan tersebut disinyalir berkaitan dengan kasus hukum rahasia dagang yang melibatkan mantan Senior Vice President TSMC, Wei-Jen Lo, yang berpindah ke Intel.
Wei juga menyoroti lonjakan harga komponen elektronik yang menekan pasar PC dan ponsel pintar global.
"Kami tidak akan menaikkan harga seperti chip memori - tiba-tiba naik 400% dalam jangka pendek," tegas Wei.
Meskipun margin laba kotor kompetitor mencapai 80%, Wei menilai langkah tersebut tidak realistis demi menjaga keberlanjutan industri.
>>> Pritta Tyas: Aktivitas Bermain Anak Harus Sesuai Usia
"Kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan lebih penting," tandasnya.
Update Terbaru
Serikat Buruh Marah: 1.000 Pekerja Pabrik Digantikan 50 Robot
Sabtu / 04-07-2026, 17:42 WIB
Futuris dan Sejarawan Uji Ketahanan Amerika di Usia 250 Tahun
Sabtu / 04-07-2026, 17:42 WIB
Trump Accounts Resmi Diluncurkan, Tawarkan Tabungan Anak dengan Dana Awal Rp16 Juta
Sabtu / 04-07-2026, 17:42 WIB
Cara Investasi Saham Amerika Serikat untuk Pemula Langkah demi Langkah 2026
Sabtu / 04-07-2026, 17:39 WIB
Perbedaan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo: Mana yang Tepat untuk Mobil Anda?
Sabtu / 04-07-2026, 17:39 WIB
Saya Mengubah Ponsel Android Setelah Menemukan Manajer File yang Menghemat Waktu
Sabtu / 04-07-2026, 17:39 WIB
Hugh Grant dan Anna Eberstein Hadiri Resepsi Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce di New York
Sabtu / 04-07-2026, 17:34 WIB
Apa Itu ByteDance? Perusahaan Induk TikTok yang Dikaitkan dengan Isu PHK Karyawan Tokopedia
Sabtu / 04-07-2026, 17:30 WIB
Pelatih Cape Verde Bangga Meski Gagal Kalahkan Argentina di Piala Dunia
Sabtu / 04-07-2026, 17:27 WIB
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate hingga 5 Juli
Sabtu / 04-07-2026, 17:27 WIB
KNEKS Dukung Rencana Sumbar Terbitkan Sukuk Daerah
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
Petani Merauke Keluhkan Solar, Mentan Amran Langsung Telepon Pertamina
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
Dua Pelanggaran Keras, Romero Bersih Kartu di Argentina vs Cape Verde
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
KPK Evaluasi OTT Langkat dan Kuansing yang Diduga Bocor
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB







