Rupiah Lemah, Harga Susu Impor Naik: Pemerintah Siapkan Solusi 2026
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada harga susu impor di pasar domestik.
Pemerintah Indonesia bergerak cepat menyusun solusi strategis untuk meredam efek fluktuasi mata uang terhadap ketersediaan pangan nasional.
>>> Isu Delisting Bank Danamon (BDMN) Mencuat, Manajemen dan OJK Beri Klarifikasi
Kementerian Koordinator Bidang Pangan mencatat depresiasi rupiah memberikan tekanan signifikan pada biaya pengadaan bahan baku susu dari luar negeri.
Ketergantungan Indonesia terhadap pasokan susu impor masih sangat tinggi untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.
Ketergantungan Impor dan Dampak Kurs
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widyastuti, mengungkapkan produksi susu dalam negeri hanya memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan nasional.
Sebanyak 80 persen sisanya harus didatangkan dari negara lain melalui jalur impor.
"Kami harus memastikan bahwa di tengah kondisi rupiah saat ini, ketersediaan pasokan susu impor tetap terjaga bagi masyarakat," ujar Widyastuti dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara di Jakarta.
Strategi Pemerintah Menghadapi Kenaikan Harga
Kemenko Pangan menyiapkan beberapa langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak kenaikan biaya impor. Salah satunya mendorong pelaku industri menerapkan sistem kontrak pembelian jangka panjang dengan mitra di luar negeri.
Melalui kontrak jangka panjang, harga beli dapat dikunci berdasarkan kesepakatan awal sehingga fluktuasi nilai tukar harian tidak langsung memengaruhi biaya produksi.
Strategi ini diharapkan menciptakan stabilitas harga di tingkat produsen hingga konsumen akhir.
Pemerintah juga melirik diversifikasi negara asal impor sebagai langkah mitigasi risiko ekonomi global.
Widyastuti menyebutkan mencari pemasok dari negara yang mata uangnya tidak terdampak langsung oleh penguatan dolar AS bisa menjadi opsi yang masuk akal.
Update Terbaru
Israel Luncurkan Serangan Baru ke Lebanon, Area Dekat RS Dibom
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Pilot Warga AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Evakuasi Jenazah
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Ronaldo Akhiri Kutukan Tak Cetak Gol di Fase Knock Out Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Strava dan 24 PSE Lain Terancam Diblokir Komdigi Gara-gara Belum Daftar
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Indosat dan Arsari Group Luncurkan Infra Fiber Teknologi, Kelola 86.000 Km Jaringan Optik
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
China Tutup 12.200 Jurusan Kuliah di Tengah Tingginya Pengangguran Sarjana
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Cristiano Ronaldo Cetak Gol, Portugal Sikat Kroasia dan Lolos ke 16 Besar
Jumat / 03-07-2026, 09:22 WIB
Naik Rp11.000, Harga Emas Antam Kini Dijual Rp2.651.000 per Gram
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Komut Pertamina: Keselamatan Kerja Fondasi Utama Keandalan Operasional
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Jerome Polin Sentil 'Negara Sakit' soal Vonis Nadiem, Yusril: Kalau Terbukti Ya Dihukum
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Bank Mandiri Salurkan 3.360 Paket Makanan untuk Pekerja Rentan Lewat Livin' Berbagi
Jumat / 03-07-2026, 09:07 WIB
Kasur Jadi Tempat Sampah, Kisah Pria Numpang 4 Tahun yang Bikin Emosi
Jumat / 03-07-2026, 09:06 WIB
5 Parfum Lokal Unisex dengan Kemasan Mewah dan Unik yang Wajib Dikoleksi
Jumat / 03-07-2026, 09:06 WIB
Panduan Mengakhiri Polemik Lewat Klarifikasi Terbuka bagi Jurnalis Babel 2026
Jumat / 03-07-2026, 09:01 WIB






