Cara Kelola Valas Tanpa Ribet, Strategi Investasi 2026 Ala DBS Indonesia
Layanan DBS IDEAL juga menawarkan efisiensi biaya tanpa beban biaya pengaturan maupun biaya langganan bulanan. Nasabah mendapatkan token digital gratis yang bisa diakses 24 jam dari mana saja.
Direktur Global Financial Markets PT Bank DBS Indonesia, Puneet Punj, menegaskan bahwa pengelolaan multi-mata uang adalah tantangan besar bagi bisnis.
Bank DBS berkomitmen menjadi mitra strategis melalui solusi inovatif seperti DBS IDEAL dan Currency-Linked Investment.
Puneet menambahkan bahwa pihaknya tidak sekadar menawarkan produk perbankan, tetapi juga memberikan layanan konsultasi ahli. Tujuannya membantu tim keuangan mengubah kerumitan operasional menjadi efisiensi yang mendukung pertumbuhan investasi.
Mengoptimalkan Saldo Valas Melalui Currency-Linked Investment
Setelah arus kas terkonsolidasi, seringkali terdapat saldo mata uang asing yang tidak terpakai. Membiarkan dana tersebut tanpa pengelolaan dapat menjadi beban biaya implisit akibat fluktuasi nilai tukar.
>>> BI Rate Naik Jadi 5,25%, Investasi Urun Dana Danamart Masih Jadi Pilihan Aman 2026
Currency-Linked Investment (CLI) hadir sebagai instrumen untuk mengoptimalkan dana cadangan tersebut. CLI merupakan produk investasi terstruktur yang mengikuti pergerakan nilai tukar mata uang asing.
Instrumen ini menawarkan potensi imbal hasil yang lebih kompetitif dibandingkan deposito standar, disesuaikan dengan profil risiko perusahaan.
CLI menjadi alternatif bagi perusahaan yang ingin mendapatkan yield dari saldo valas yang belum digunakan.
Fitur dan ketentuan utama layanan Currency-Linked Investment (CLI):
- Tenor investasi fleksibel, mulai dari 1 minggu hingga 3 bulan.
- Minimum penempatan dana setara dengan US$ 50.000.
- Dukungan konsultasi dari Spesialis Global Financial Markets (GFM).
- Risiko valuta asing yang terukur dan dibatasi sesuai kesepakatan.
Proses diawali dengan evaluasi eksposur valas oleh pakar Bank DBS Indonesia yang meninjau siklus bisnis perusahaan. Strategi investasi kemudian dirancang agar selaras dengan kebutuhan pembayaran bisnis.
Update Terbaru
FIFA Temukan 89 Ribu Cacian di Piala Dunia 2026, Naik 13 Kali Lipat
Kamis / 02-07-2026, 00:21 WIB
Babak I: RD Kongo Cetak Gol Cepat, Inggris Tertinggal 0-1
Kamis / 02-07-2026, 00:21 WIB
My Neighbor Totoro Kembali ke Bioskop AS untuk Lima Malam di Bulan Juli
Kamis / 02-07-2026, 00:21 WIB
Sony Konfirmasi Produksi Cakram Game PlayStation Berakhir pada 2028
Kamis / 02-07-2026, 00:21 WIB
My Hero Academia in Concert Rilis Video Perdana Jelang Tur Dunia Musim Gugur
Kamis / 02-07-2026, 00:20 WIB
Oblivion Remastered di Switch 2 Dikonfirmasi 1080p/30 FPS dengan DLSS
Kamis / 02-07-2026, 00:20 WIB
Sony Hentikan Produksi Cakram Fisik untuk Game Baru Mulai 2028
Kamis / 02-07-2026, 00:20 WIB
Bintik Merah Kecil di Luar Angkasa Ternyata Bintang Lubang Hitam Tersembunyi
Kamis / 02-07-2026, 00:20 WIB
Mantan Tentara AS Divonis Mencuri MRE Senilai Rp17 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 00:16 WIB
5 HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik untuk Multitasking di 2026
Kamis / 02-07-2026, 00:16 WIB
Samsung Galaxy Tab S12+ dan S12 Ultra Dikabarkan Meluncur September
Kamis / 02-07-2026, 00:16 WIB
Samsung Bocorkan Tanggal Peluncuran Galaxy Z Flip 8 dan Z Fold 8
Kamis / 02-07-2026, 00:16 WIB
Fakta Mengejutkan tentang Kupu-Kupu yang Mengubah Cara Pandang Anda
Kamis / 02-07-2026, 00:15 WIB
Ilmuwan Akhirnya Ungkap Alasan Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang Tertentu
Kamis / 02-07-2026, 00:15 WIB






