Lauk Ayam Goreng dan Daging di Warteg Mulai Sepi Peminat, Ada Apa?
Penurunan daya beli masyarakat kini mulai terasa di sektor pangan harian, khususnya bisnis warung tegal atau warteg.
Perubahan perilaku konsumen terlihat dari pilihan menu yang semakin terbatas akibat melambungnya harga bahan pangan.
>>> Resmi, Ini Daftar UMKM yang Berhak Terima PPh Final 0,5 Persen Terbaru 2026
Para pedagang warteg melaporkan bahwa menu favorit seperti ayam goreng dan daging sapi kini sepi peminat. Pelanggan cenderung beralih ke pilihan yang lebih ekonomis untuk menjaga pengeluaran harian.
Pergeseran ke Lauk Lebih Murah
Amirah, pengelola warteg di Senen, Jakarta Pusat, mengakui adanya perubahan tren konsumsi. Mayoritas pembeli kini memilih paket makan dengan rentang harga Rp10.000 hingga Rp15.000.
Menu primadona baru adalah kombinasi nasi dengan tempe, tahu, telur balado, dan aneka gorengan. Porsi sayuran juga diperbanyak untuk memberikan rasa kenyang tanpa biaya besar.
Berikut jenis lauk yang penjualannya menurun drastis:
- Ayam goreng dan ayam balado.
- Rendang serta semur daging sapi.
- Menu seafood seperti udang goreng dan cumi hitam.
- Olahan kikil yang biasanya cepat habis.
Kondisi ini memaksa pedagang menyesuaikan stok harian agar tidak rugi akibat makanan tak terjual. Beberapa pengelola bahkan meniadakan menu tertentu yang dianggap terlalu mahal.
Dampak Kenaikan Harga Pangan
Kusuma, pedagang warteg lainnya, sudah berhenti menyediakan menu udang karena peminatnya terus merosot.
>>> Harga Batu Bara Ambruk, Kinerja Ekspor BUMN RI Jadi Sorotan Dunia
Harga satu porsi nasi udang lengkap sayur bisa mendekati Rp20.000, harga yang mulai dihindari konsumen.
Meski harga bahan baku naik, pedagang berupaya mempertahankan porsi nasi agar pelanggan tetap kenyang. Fokus efisiensi dialihkan pada pemilihan lauk yang lebih terjangkau.
Surono, yang berjualan di kawasan sama, menambahkan bahwa lauk seperti kentang goreng dan orek tempe kini lebih cepat habis.
Menurutnya, masyarakat lebih selektif dan memprioritaskan rasa kenyang dengan modal minimal.
Keresahan pedagang ini menjadi sinyal kuat bahwa tekanan ekonomi dirasakan nyata oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.
>>> Astra Resmikan Rumah Layak Huni dan EcoBiz Kopi di Garut
Warteg yang biasanya solusi makan murah kini harus beradaptasi dengan daya beli yang terbatas.
Update Terbaru
Israel Luncurkan Serangan Baru ke Lebanon, Area Dekat RS Dibom
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Pilot Warga AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Evakuasi Jenazah
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Ronaldo Akhiri Kutukan Tak Cetak Gol di Fase Knock Out Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Strava dan 24 PSE Lain Terancam Diblokir Komdigi Gara-gara Belum Daftar
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Indosat dan Arsari Group Luncurkan Infra Fiber Teknologi, Kelola 86.000 Km Jaringan Optik
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
China Tutup 12.200 Jurusan Kuliah di Tengah Tingginya Pengangguran Sarjana
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Cristiano Ronaldo Cetak Gol, Portugal Sikat Kroasia dan Lolos ke 16 Besar
Jumat / 03-07-2026, 09:22 WIB
Naik Rp11.000, Harga Emas Antam Kini Dijual Rp2.651.000 per Gram
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Komut Pertamina: Keselamatan Kerja Fondasi Utama Keandalan Operasional
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Jerome Polin Sentil 'Negara Sakit' soal Vonis Nadiem, Yusril: Kalau Terbukti Ya Dihukum
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Bank Mandiri Salurkan 3.360 Paket Makanan untuk Pekerja Rentan Lewat Livin' Berbagi
Jumat / 03-07-2026, 09:07 WIB
Kasur Jadi Tempat Sampah, Kisah Pria Numpang 4 Tahun yang Bikin Emosi
Jumat / 03-07-2026, 09:06 WIB
5 Parfum Lokal Unisex dengan Kemasan Mewah dan Unik yang Wajib Dikoleksi
Jumat / 03-07-2026, 09:06 WIB
Panduan Mengakhiri Polemik Lewat Klarifikasi Terbuka bagi Jurnalis Babel 2026
Jumat / 03-07-2026, 09:01 WIB






