Batu Empedu Sapi dan Demam Perburuan Dadakan Saat Idul Adha 2026
Angka itu terdengar nyaris tak masuk akal untuk sesuatu yang berasal dari endapan cairan pencernaan sapi.
Secara medis, batu empedu adalah material yang mengeras di kantong empedu. Ia terbentuk dari cairan pencernaan yang mengendap dalam waktu lama. Tidak semua sapi memilikinya, dan ukurannya pun berbeda-beda.
Kelangkaan menjadi alasan utama mengapa harganya tinggi.
Batu empedu lebih sering ditemukan pada sapi tua. Sementara industri peternakan modern justru mengutamakan pemotongan sapi usia muda demi efisiensi daging. Akibatnya, pasokan batu empedu alami semakin sedikit.
Tetapi permintaan tak turun. Justru terus meningkat.
Di Cina, batu empedu sapi dikenal dengan nama Niu Huang. Dalam pengobatan tradisional, bahan ini digunakan dalam ramuan Angong Niuhuang Wan yang dipercaya membantu penanganan kondisi neurologis darurat.
Ramuan itu kerap dikaitkan dengan stroke, gangguan kesadaran akibat demam tinggi, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular.
Di titik inilah benda kecil dalam tubuh sapi berubah makna. Ia bukan lagi sekadar endapan biologis, melainkan komoditas kesehatan bernilai tinggi.
Indonesia sebenarnya hanya ikut terkena pantulan demam global itu. Namun media sosial membuat pantulan tersebut terasa sangat dekat dan sangat riuh.
Satu video viral cukup untuk memancing ribuan orang melakukan hal serupa.
Orang mulai merekam proses membelah kantong empedu. Ada yang memperlihatkan isi jeroan dengan narasi dramatis seperti menemukan harta karun. Ada pula yang membandingkan harga batu empedu dengan emas atau mobil.
Algoritma bekerja cepat. Semakin aneh dan mengejutkan sebuah informasi, semakin mudah ia menyebar.
Di banyak tempat, jagal dan panitia kurban mulai mendapat pertanyaan yang dulu hampir tak pernah muncul. Apakah ada batu empedu? Sudah diperiksa belum? Bisa dijual atau tidak?
Update Terbaru
Kebakaran Lumbung di Mariahout Lukai Sapi dan Sebabkan Kerusakan Parah
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
Taylor Frankie Paul Jalani Rehab di Tengah Tuduhan Baru Dakota Mortensen
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
AOC Ajak Warga Tetap Patriotik: Amerika Lebih Besar dari Para Pemimpinnya
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
Anak Patrick Kluivert dan Dua Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
3 Tips Memilih Waktu Terbang agar Terhindar dari Jet Lag
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
3 Tips Memilih Waktu Terbang untuk Hindari Jet Lag
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Kylian Mbappe Cetak Rekor Gol Babak Gugur Piala Dunia, Lewati Ronaldo
Rabu / 01-07-2026, 05:26 WIB
Dodge Rayakan 60 Tahun Charger dengan Warna Ungu Baru Purple Haze
Rabu / 01-07-2026, 05:26 WIB
Dodge Rayakan 60 Tahun Charger dengan Warna Ungu Baru Purple Haze
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
GM Klaim Paling Amerika, Tapi Tak Masuk 20 Besar Mobil Paling Buatan AS
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
GM Klaim Paling Amerika, Tapi Tak Masuk 20 Besar Mobil Paling Lokal
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
Dudung: Pelatihan Calon Manajer Kopdes Dipangkas Jadi 1,5 Bulan
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB





