Evaluasi Persija Jakarta: Performa Buruk di Kandang Jadi Biang Gagal Juara
Persija Jakarta mengevaluasi hasil akhir kompetisi Super League 2025/2026 setelah dipastikan gagal meraih gelar juara.
Performa buruk saat melakoni laga kandang di Jakarta menjadi penyebab utama Macan Kemayoran tidak mampu bertengger di puncak klasemen.
>>> Pemerintah Tetapkan Libur Nasional Juni 2026, Potensi Long Weekend 6 Hari
Klub asuhan Mauricio Souza ini sebenarnya berhasil menempati peringkat ketiga dengan mengantongi 71 poin.
Namun, juru taktik asal Brasil tersebut menilai bahwa anak asuhnya memiliki kesempatan besar untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi.
Inkonsistensi di Kandang
Faktor utama yang menahan laju tim adalah inkonsistensi saat bermain di hadapan publik sendiri.
Hal ini berbanding terbalik dengan catatan impresif skuad Macan Kemayoran ketika bertamu ke markas lawan.
"Mengenai musim ini, saya rasa kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang," kata Souza kepada awak media.
"Saya rasa itulah yang menentukan posisi akhir di kompetisi.
Secara historis, tim yang bermain bagus di luar kandang biasanya memiliki keuntungan besar, dan kami adalah tim terbaik saat bermain tandang," jelasnya.
>>> Klook Catat Pergeseran Tren Pariwisata Indonesia ke Wisata Eksklusif
Sepanjang musim, performa tandang Persija sangat konsisten. Mereka mampu membawa pulang 34 poin dari markas lawan melalui 11 kemenangan dan satu hasil imbang.
Statistik menunjukkan jumlah kemenangan di kandang dan tandang sama, yakni masing-masing 11 kali.
Namun, banyak poin krusial yang terbuang saat bermain di ibu kota akibat empat hasil imbang dan dua kekalahan.
Macan Kemayoran ditahan imbang oleh Malut United, Bali United, Borneo FC, dan Dewa United. Selain itu, mereka takluk saat menjamu Arema FC serta rival utamanya, Persib Bandung.
"Kami meraih poin terbanyak di laga tandang. Namun, di kandang sendiri, kami kehilangan sekitar 11 poin," ucapnya.
"Belum lagi beberapa pertandingan di mana ada pemain kami yang terkena kartu merah, yang akhirnya merugikan kami," sambung Souza.
Rekor Poin Tertinggi
Meskipun gagal mengangkat trofi juara, sang pelatih tetap mengapresiasi kerja keras seluruh pemain. Persija sukses menunjukkan grafik peningkatan performa yang signifikan dalam persaingan papan atas sepak bola nasional.
>>> 25 Ucapan Idul Adha 2026 Penuh Makna untuk WA Story
Raihan 71 poin yang dikumpulkan musim ini memecahkan rekor poin tertinggi klub sepanjang sejarah era Liga 1. Catatan ini menjadi salah satu pencapaian terbaik dalam satu dekade terakhir.
Update Terbaru
Aktor Vietnam Kaity Nguyen Jadikan Sinema Korea Model Sukses Global
Kamis / 02-07-2026, 00:36 WIB
Chevrolet Corvette Stingray 2027 Jadi Mobil 200 MPH Termurah, Cuma Rp1,2 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 00:35 WIB
Lamborghini Urus Performante SE: Tenaga 801 HP, Akselerasi Sama dengan Versi Lama
Kamis / 02-07-2026, 00:35 WIB
BPS Pastikan Metodologi Terstandar Jadi Fondasi Sensus Ekonomi 2026
Kamis / 02-07-2026, 00:35 WIB
Purbaya Buka Peluang Evaluasi Pajak JHT: Kita Lihat Dulu Kondisinya
Kamis / 02-07-2026, 00:35 WIB
Komisi I DPR Setujui Dua RUU Kerja Sama Pertahanan dengan Turki dan Malaysia
Kamis / 02-07-2026, 00:35 WIB
Respons Dingin Menohok Dzeko usai Bosnia Diejek Jelang Lawan AS
Kamis / 02-07-2026, 00:35 WIB
Hanya 50% Remaja AS Punya SIM, Penjualan Mobil Terancam Turun
Kamis / 02-07-2026, 00:31 WIB
Bandara Soetta Pastikan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Ganggu Penerbangan
Kamis / 02-07-2026, 00:30 WIB
Mbappe Abaikan Rekor Gol, Fokus Bawa Prancis ke Final Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 00:30 WIB
Bupati Kuansing Tahu Ada OTT, Datangi Dealer Hilangkan Jejak Mobil
Kamis / 02-07-2026, 00:30 WIB
Pre-Order Figure Nu Udra Monster Hunter Wilds Dibuka, Harga Rp 22.000 Yen
Kamis / 02-07-2026, 00:30 WIB
Pembaruan Kebijakan Privasi Crimson Desert pada 8 Juli 2026
Kamis / 02-07-2026, 00:30 WIB
The First Descendant Homepage Akan Offline pada 1 Juli untuk Pemeliharaan
Kamis / 02-07-2026, 00:30 WIB






