Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan Sensus Ekonomi 2026 menggunakan metodologi statistik resmi yang mengacu pada standar internasional.

Proses bisnis yang terstandar menjadi fondasi utama untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

>>> Purbaya Buka Peluang Evaluasi Pajak JHT: Kita Lihat Dulu Kondisinya

Berbeda dengan survei berbasis sampel, sensus ini mendata seluruh kegiatan usaha di setiap wilayah kerja statistik.

Petugas tidak memilih usaha secara acak, melainkan mengidentifikasi semua aktivitas ekonomi yang ditemukan.

Pendekatan ini mencakup usaha mikro, rumah tangga, informal, hingga perusahaan besar. Usaha tanpa lokasi fisik tetap juga menjadi sasaran pendataan.

Menurut BPS, metode pendataan lengkap memberikan gambaran utuh tentang struktur dan karakteristik perekonomian nasional. Banyak negara juga menerapkan pendekatan serupa dalam sensus ekonomi mereka.

Selain pendataan lapangan, BPS memanfaatkan data administrasi untuk memperkaya hasil sensus dan meningkatkan efisiensi. Namun, data administrasi belum mampu mencakup seluruh aktivitas ekonomi.

>>> Komisi I DPR Setujui Dua RUU Kerja Sama Pertahanan dengan Turki dan Malaysia

Usaha yang baru berdiri, belum berizin, dijalankan dari rumah, atau beroperasi secara digital sering kali belum tercatat.

Karena itu, pendataan langsung tetap menjadi bagian penting dalam Sensus Ekonomi 2026.

BPS menegaskan bahwa data administrasi dan pendataan lapangan saling melengkapi. Kombinasi keduanya menghasilkan gambaran perekonomian yang lebih lengkap.

Metodologi yang sama ketatnya diterapkan di seluruh tahapan sensus, mulai dari perencanaan, penyusunan kuesioner, pelatihan petugas, pendataan, pengolahan, hingga penyajian hasil.

Setiap tahap melalui mekanisme penjaminan kualitas.

>>> Respons Dingin Menohok Dzeko usai Bosnia Diejek Jelang Lawan AS

Pertanyaan dalam sensus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna data, termasuk pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Informasi yang dihasilkan diharapkan mendukung kebijakan yang tepat dan perencanaan pembangunan.