Prabowo Dorong Elektrifikasi, Tantangan Izin Merek Jadi Sorotan
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya mempercepat era elektrifikasi di Indonesia. Dalam Sidang Paripurna DPR RI, ia mendorong konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB).
Langkah ini dinilai strategis untuk menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada BBM subsidi. Namun, program konversi massal menghadapi tantangan serius, terutama soal hak kekayaan intelektual dan legalitas.
>>> Astra UD Trucks Luncurkan Program Desa Sejahtera di Bogor
Persetujuan Pemilik Merek Jadi Kunci
Agus Pambagio, Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), mengingatkan pemerintah agar tidak gegabah. Setiap kendaraan yang beredar terikat hak paten dan regulasi teknis dari pabrikan.
"Merek sudah jelas, mereknya itu dia pakainya combustion engine. Terus dikonversi kan berarti diubah," ujar Agus.
Ia menekankan bahwa perubahan spesifikasi kendaraan harus mendapat izin dari pemilik merek.
>>> PT ADM Catat Pemesanan Daihatsu Rocky Hybrid Tembus 750 Unit
"Kalau main bongkar saja, nanti ada tuntutan hukum," katanya. Izin ini penting untuk menghindari sengketa hukum di kemudian hari.
Etika Bisnis dan Garansi Keselamatan
Mengubah mesin pembakaran internal menjadi motor listrik dan baterai secara radikal mengubah spesifikasi asli kendaraan. Agus menambahkan, hal ini menjadi dasar etika agar pemilik merek tidak keberatan.
Lebih penting lagi, konversi menyangkut keselamatan pengendara. Proses yang dilakukan bengkel tidak tersertifikasi resmi oleh APM berisiko tinggi.
>>> Aptrindo Desak Insentif Truk Listrik untuk Percepatan Logistik Hijau
"Dari sisi safety juga menjadi persoalan, karena yang mengubah itu harus dikasih persetujuan oleh pemilik merek. Kalau ada apa-apa, nanti dia (pemilik merek) enggak bisa disalahkan," ujarnya.
Update Terbaru
Aktor Vietnam Kaity Nguyen Jadikan Sinema Korea Model Sukses Global
Kamis / 02-07-2026, 00:36 WIB
Chevrolet Corvette Stingray 2027 Jadi Mobil 200 MPH Termurah, Cuma Rp1,2 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 00:35 WIB
Lamborghini Urus Performante SE: Tenaga 801 HP, Akselerasi Sama dengan Versi Lama
Kamis / 02-07-2026, 00:35 WIB
BPS Pastikan Metodologi Terstandar Jadi Fondasi Sensus Ekonomi 2026
Kamis / 02-07-2026, 00:35 WIB
Purbaya Buka Peluang Evaluasi Pajak JHT: Kita Lihat Dulu Kondisinya
Kamis / 02-07-2026, 00:35 WIB
Komisi I DPR Setujui Dua RUU Kerja Sama Pertahanan dengan Turki dan Malaysia
Kamis / 02-07-2026, 00:35 WIB
Respons Dingin Menohok Dzeko usai Bosnia Diejek Jelang Lawan AS
Kamis / 02-07-2026, 00:35 WIB
Hanya 50% Remaja AS Punya SIM, Penjualan Mobil Terancam Turun
Kamis / 02-07-2026, 00:31 WIB
Bandara Soetta Pastikan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Ganggu Penerbangan
Kamis / 02-07-2026, 00:30 WIB
Mbappe Abaikan Rekor Gol, Fokus Bawa Prancis ke Final Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 00:30 WIB
Bupati Kuansing Tahu Ada OTT, Datangi Dealer Hilangkan Jejak Mobil
Kamis / 02-07-2026, 00:30 WIB
Pre-Order Figure Nu Udra Monster Hunter Wilds Dibuka, Harga Rp 22.000 Yen
Kamis / 02-07-2026, 00:30 WIB
Pembaruan Kebijakan Privasi Crimson Desert pada 8 Juli 2026
Kamis / 02-07-2026, 00:30 WIB
The First Descendant Homepage Akan Offline pada 1 Juli untuk Pemeliharaan
Kamis / 02-07-2026, 00:30 WIB






