Sutradara Perfect Crown Akui Kesalahan Sejarah yang Picu Kontroversi Netizen
kata Park Joon Hwa.
"Cerita ini berawal dari fantasi itu. Jadi, konsultasi kami, referensi yang kami gunakan, semuanya disesuaikan dengan istana kerajaan Joseon," ujarnya.
Dinasti Joseon sendiri tercatat dalam sejarah berkuasa di Korea Selatan sejak tahun 1392 hingga 1910.
>>> Sooyoung SNSD Pertimbangkan Tawaran Main Drama I Went to School
Sang sutradara menyatakan bertanggung jawab penuh atas kesalahan yang muncul di layar kaca. Ia memilih melakukan klarifikasi sendiri tanpa didampingi tim penulis skenario.
Park Joon Hwa menegaskan bahwa kekeliruan tersebut sama sekali tidak disengaja. Menurutnya, itu adalah hasil dari imajinasi serta fantasi kelanjutan era Joseon oleh tim produksi.
Namun, ia mengakui ada poin-poin penting yang luput dari pertimbangannya saat menggarap cerita hingga memicu kontroversi.
"Kalau ada yang bertanya pada konsultan sejarah soal naik takhta pada era itu, mereka akan mendeskripsikan hal yang sama (seperti yang sudah disajikan dalam drama)," lanjut Park Joon Hwa.
"Saya rasa saya memiliki semacam obsesi. Ketika saya diberi tahu bahwa begitulah cara yang dilakukan pada periode itu, saya merasa terkekang.
Tetapi masalahnya, dalam sejarah kita yang sebenarnya, ada Kekaisaran Korea.
Dalam drama fantasi ini, kami telah menghilangkan periode-periode yang menyakitkan, era kolonial, tetapi seharusnya saya mengangkat hal itu dan merefleksikannya dalam cara saya menggambarkan berbagai hal.
Dan saya tidak melakukannya, dan itu adalah kesalahan saya," tutur Park Joon Hwa.
Sebelum klarifikasi dari sutradara ini dirilis, tim produksi Perfect Crown telah menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada publik.
Langkah tersebut kemudian diikuti oleh ungkapan maaf dari dua pemeran utama drama yang tayang di Disney+ ini, yaitu IU dan Byeon Woo Seok.
Park Joon Hwa juga mengakui bahwa ia memiliki obsesi terhadap penggambaran era Joseon. "Saya rasa saya memiliki semacam obsesi.
Ketika saya diberi tahu bahwa begitulah cara yang dilakukan pada periode itu, saya merasa terkekang," ujarnya. Ia menyesali keputusannya untuk menghilangkan periode kolonial dalam drama fantasi tersebut.
>>> Sutradara Ungkap Film The Hunt for Gollum Usung Psikologi Ala Joker
"Seharusnya saya mengangkat hal itu dan merefleksikannya dalam cara saya menggambarkan berbagai hal. Dan saya tidak melakukannya, dan itu adalah kesalahan saya," tuturnya.
Update Terbaru
Cara Cek Status Tilang ETLE, Wajib Dikonfirmasi Walau Tak Melanggar
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
KPK: Bupati Langkat Terima Suap Rp800 Juta dari Total Rp1,1 Miliar
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
Gol Lisandro Dibalas Cabral, Cape Verde Samakan Skor 2-2 Menit ke-103
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
Alasan Mojtaba Khamenei Tak Hadiri Pemakaman Ayahnya, Ali Khamenei
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
Kondisi YTR Korban Penganiayaan Taufik Hidayat Berangsur Membaik
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
Gol Sundulan Romero, Argentina Kembali Unggul 3-2 Menit ke-111
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
Fakta-fakta Kasus Korupsi BGN: Brigjen Lalu Tersangka ke-7, Kolonel Budi Didalami
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
Argentina Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Menang Dramatis atas Cape Verde
Sabtu / 04-07-2026, 08:06 WIB
Jangan Salah Waktu! Catat Jam Flash Sale di Jakarta x Beauty 2026 Ini
Sabtu / 04-07-2026, 08:06 WIB
15 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Argentina dan Mesir Terbaru
Sabtu / 04-07-2026, 08:06 WIB
Reddit Kembali Dibuka di Indonesia, Komdigi Ungkap Alasan dan Syaratnya
Sabtu / 04-07-2026, 08:02 WIB
7 Manfaat Pelihara Kucing di Rumah, Ada Bukti Ilmiahnya
Sabtu / 04-07-2026, 08:02 WIB
Adam Sandler Jadi Penghulu Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce
Sabtu / 04-07-2026, 08:02 WIB
Punya Rumah Tusuk Sate? Ini 5 Tips Blokir Energi Negatif Menurut Feng Shui
Sabtu / 04-07-2026, 08:01 WIB






