Kepala BGN Sebut Motor Listrik SPPG Dibeli Rp42 Juta per Unit, Klaim Lebih Murah dari Harga Pasar

Kepala BGN Sebut Motor Listrik SPPG Dibeli Rp42 Juta per Unit, Klaim Lebih Murah dari Harga Pasar

Ilustrasi MBG Ramadhan--

Perbincangan mengenai pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi sorotan publik.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa kendaraan tersebut dibeli dengan harga lebih rendah dari harga pasar.

Klaim Harga di Bawah Pasaran



Dadan menjelaskan, harga pasar motor listrik yang dimaksud berada di kisaran Rp52 juta per unit. Namun dalam proses pengadaan, pemerintah disebut memperoleh harga sekitar Rp42 juta.

Ia menyebut selisih harga itu terjadi karena pembelian dilakukan dalam skala besar untuk kebutuhan operasional program.

"Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau tidak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran," kata Dadan dalam keterangannya.

Diperuntukkan Operasional SPPG


Motor listrik tersebut disiapkan untuk menunjang mobilitas kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan program MBG.

Menurut Dadan, kendaraan itu diperlukan untuk menjangkau wilayah yang aksesnya terbatas, terutama desa-desa yang sulit dilalui kendaraan roda empat.

"Program ini menjangkau daerah-daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa yang hanya bisa dilalui motor," ujarnya.

Jenis Motor yang Diduga Dibeli

Di tengah polemik yang muncul, beredar informasi bahwa motor listrik yang digunakan dalam program tersebut merupakan model Emmo JVX GT.

Berdasarkan informasi dari situs resmi produsen, model tersebut dipasarkan dengan rentang harga sekitar Rp52 juta hingga Rp56,8 juta per unit.

Perbedaan harga inilah yang kemudian memicu pertanyaan publik terkait pengadaan kendaraan operasional tersebut.

Baca juga: A-Train Tewas di The Boys Season 5, Jessie T. Usher Sudah Prediksi Sejak Lama


Berita Lainnya