Empat Kunci Meraih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat dalam Khutbah Jumat, 10 April 2026

Empat Kunci Meraih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat dalam Khutbah Jumat, 10 April 2026

masjid-pixabay-

3. Mendapat Pertolongan untuk Taat

Kebahagiaan juga ditandai dengan adanya taufik dari Allah untuk melakukan ketaatan. Seseorang yang dimudahkan dalam beribadah, menuntut ilmu, serta memakmurkan masjid merupakan orang yang mendapatkan pertolongan Allah.

Allah SWT berfirman:



يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (QS. Muhammad: 7).

4. Merasakan Manisnya Iman

Tanda lain dari kehidupan yang baik adalah merasakan nikmatnya iman. Ketika seseorang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi segala sesuatu serta mencintai sesama karena Allah, maka ia akan merasakan ketenangan batin yang mendalam.


Nabi Muhammad SAW bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُوْنَ اللّٰهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Artinya: Tiga perkara yang membuat seseorang merasakan manisnya iman: mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari segala sesuatu, mencintai seseorang karena Allah, dan membenci kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci dilempar ke dalam api neraka (HR. Bukhari).

Penutup Khutbah

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari banyaknya harta atau kedudukan. Kebahagiaan sejati lahir dari keberkahan rezeki, hati yang qanaah, kemudahan dalam beribadah, serta ketenangan yang berasal dari kuatnya iman.

Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita semua kehidupan yang baik di dunia, serta kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak.


Berita Lainnya