Terima Kasih, Soeharto di Trailer Dilan ITB 1997 Picu Perdebatan Publik
Dilan-Instagram-
Potongan trailer film Dilan ITB 1997 memicu diskusi luas di media sosial setelah menampilkan satu dialog yang mengejutkan. Kalimat singkat yang diucapkan karakter Dilan—“Terima kasih, Soeharto”—langsung menyedot perhatian publik.
Trailer berdurasi 2 menit 38 detik yang dirilis pada awal April 2026 itu memperlihatkan sejumlah adegan aksi demonstrasi mahasiswa di lingkungan kampus. Suasana riuh, poster protes, hingga teriakan massa menjadi latar yang menggambarkan situasi sosial-politik Indonesia menjelang reformasi.
Pada bagian akhir trailer, adegan beralih ke momen pengumuman pengunduran diri Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, pada 1998. Dalam suasana yang penuh sorak, Dilan yang diperankan Ariel NOAH justru mengucapkan kalimat perpisahan yang memunculkan berbagai tafsir.
Dialog Singkat yang Memancing Tafsir
Kalimat “Terima kasih, Soeharto” muncul tepat sebelum layar trailer menggelap. Momen itu langsung memicu perdebatan di media sosial karena nada dan konteks dialognya dianggap ambigu.
Sejumlah warganet menilai ucapan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Soeharto yang memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Dalam pandangan ini, kalimat itu dipahami sebagai pengakuan atas stabilitas yang pernah dirasakan pada masa pemerintahannya.
Namun sebagian lainnya memandangnya berbeda. Bagi kelompok ini, ucapan tersebut justru terasa seperti sindiran atau sarkasme terhadap dinamika politik menjelang runtuhnya Orde Baru.
Reaksi warganet pun bermunculan. Salah satu pengguna X dengan akun @smekdoncat menuliskan bahwa banyak penonton kemungkinan tidak akan menduga dialog penutup trailer tersebut.
Unggahan itu mendapat respons besar dari pengguna lain dan menyebar luas di platform tersebut.
Latar Reformasi dalam Cerita Dilan
Film Dilan ITB 1997 merupakan adaptasi novel karya Pidi Baiq. Berbeda dari seri sebelumnya yang menyoroti kisah romansa remaja, cerita kali ini menempatkan tokoh Dilan dan Milea dalam fase kehidupan yang lebih dewasa.
Karakter yang kini diperankan Ariel NOAH dan Raline Shah digambarkan menjalani kehidupan mahasiswa di Institut Teknologi Bandung. Cerita berlatar periode 1997–1998, masa ketika Indonesia menghadapi krisis ekonomi dan gelombang demonstrasi mahasiswa.
Periode tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah nasional karena berujung pada pengunduran diri Soeharto setelah memimpin Indonesia selama 32 tahun.
Pilihan latar ini membuat film tidak hanya menampilkan kisah personal para tokohnya, tetapi juga bersinggungan dengan memori kolektif masyarakat tentang masa reformasi.
Baca juga: Kekurangan Honda Brio yang Jarang Dibahas Sebelum Membeli City Car Ini