Viral di Bulukumba, Owner Toko Grosir Meminta Suaminya Bersumpah di Masjid
Nona-Instagram-
Suasana di dalam sebuah masjid di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan sumpah seorang pria terkait dugaan perselingkuhan beredar luas di media sosial.
Rekaman tersebut diunggah melalui akun Facebook milik seorang pengusaha lokal yang dikenal sebagai pemilik Toko Ike Grosir. Video itu mulai menyebar sejak Sabtu, 4 April 2026, dan memicu berbagai tanggapan dari warganet.
Dalam video tersebut, seorang perempuan yang akrab disapa Nona berdiri di tengah ruangan masjid sambil memegang selembar kertas berisi pernyataan. Ia menyampaikan penjelasan mengenai konflik rumah tangganya di hadapan suami, sejumlah karyawan, dan beberapa saksi yang hadir.
Pernyataan Dibacakan di Hadapan Para Saksi
Nona membuka pernyataannya dengan menjelaskan alasan dirinya membawa persoalan tersebut ke ruang publik. Ia mengatakan langkah itu diambil karena suaminya menolak berpisah meskipun diduga menjalin hubungan dengan perempuan lain.
Dalam pernyataan yang dibacakannya, ia menyebut hubungan tersebut telah berlangsung cukup lama dan bahkan diklaim telah menghasilkan dua orang anak.
Ia juga mengungkap bahwa dugaan perselingkuhan tersebut pernah diketahui sebelumnya. Saat itu ia memilih memaafkan dan mempertahankan rumah tangga, namun konflik kembali muncul setelah hubungan tersebut diduga berlanjut secara diam-diam.
Sumpah Diucapkan di Dalam Masjid
Momen yang paling menyita perhatian publik terjadi ketika sang suami diminta mengucapkan sumpah di dalam masjid. Dengan suara pelan, pria tersebut menyatakan bahwa seluruh keterangan yang disampaikannya adalah benar.
Ia menyebut sumpah itu diucapkan atas nama Allah dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.
Dalam video yang beredar, suasana ruangan terlihat sunyi ketika pernyataan tersebut disampaikan. Orang-orang yang berada di dalam masjid tampak menyimak tanpa banyak percakapan.
Video Cepat Menyebar di Media Sosial
Penyebaran rekaman tersebut membuat persoalan rumah tangga yang awalnya bersifat pribadi menjadi pembicaraan luas di ruang publik.
Banyak warganet menyoroti cara pengungkapan konflik tersebut, terutama karena dilakukan di dalam masjid yang bagi sebagian masyarakat dianggap sebagai tempat yang sangat sakral.
Peristiwa ini sekaligus menggambarkan bagaimana media sosial dapat dengan cepat mengangkat persoalan pribadi menjadi perhatian publik. Dalam waktu singkat, berbagai opini dan penilaian bermunculan dari pengguna internet.
Baca juga: Penyaluran Motor Listrik SPPG Disorot Warganet, Dikaitkan dengan Program MBG