Hasan Nasbi Soroti Pidato Saiful Mujani soal Wacana Menjatuhkan Pemerintah

Hasan Nasbi Soroti Pidato Saiful Mujani soal Wacana Menjatuhkan Pemerintah

Saiful-Instagram-

Founder Principle Communication Office Hasan Nasbi menyoroti pernyataan peneliti politik Saiful Mujani yang disampaikan dalam sebuah acara halal bihalal bersama sejumlah pengamat.

Hasan menilai forum yang semestinya menjadi ajang silaturahmi tersebut justru diisi dengan pidato yang bernada provokatif terhadap pemerintah.



Pernyataan itu disampaikan Hasan dalam sebuah video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya pada Minggu, 5 April 2026.

Hasan Nasbi Nilai Forum Halal Bihalal Disalahgunakan

Menurut Hasan, acara halal bihalal seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan, bukan menjadi panggung untuk melontarkan seruan yang berpotensi memecah belah.

Ia mengaku merasa prihatin setelah menyaksikan pidato yang menurutnya mengajak publik untuk menjatuhkan pemerintah.


"Jadi momen halal bihalal diisi dengan pidato-pidato sok paten, pidato-pidato yang memprovokasi bangsa sendiri, pidato-pidato yang mengajak orang lain untuk menjatuhkan pemerintah di momen halal bihalal. Jadi saya agak miris ya menyaksikan pidato-pidato di acara halal bihalal itu," kata Hasan.

Kritik terhadap Klaim Pejuang Demokrasi

Hasan juga menyinggung adanya pihak yang kerap menyebut diri sebagai pejuang demokrasi, namun menurutnya menilai kualitas demokrasi hanya dari sudut kepentingan pribadi.

Ia menyebut demokrasi dianggap berjalan baik ketika kepentingan mereka terakomodasi, namun dinilai bermasalah ketika tidak mendapatkan keuntungan politik.

"Ada orang-orang macam begini, itu ada. Dan orang-orang yang macam begini biasanya selalu atau seringkali tergoda untuk menyampaikan kata-kata yang melampaui batas. Kata-kata yang melampaui batas itu adalah ayo kita jatuhkan pemerintah, ayo kita gulingkan pemerintah atau kalau yang agak konstitusional dikit, ayo kita impeach pemerintah," ujarnya.

Dikaitkan dengan Rival Politik di Pemilu

Dalam penjelasannya, Hasan menilai suara yang mendorong wacana impeachment maupun penggulingan pemerintah berasal dari kelompok yang sebelumnya berseberangan dalam kontestasi pemilu.

Ia mengatakan kelompok tersebut merupakan pendukung kandidat yang tidak memenangkan pemilihan presiden terakhir.

"Dan hari ini, satu setengah tahun zaman kepemimpinannya Pak Prabowo, ada juga orang-orang yang kemarin merupakan bagian dari barisan yang kurang beruntung," kata Hasan.

Menurutnya, sebagian pihak masih memiliki keinginan untuk memperoleh kekuasaan di luar mekanisme pemilu.

"Mungkin ini hasrat untuk berkuasa tanpa Pemilu ini yang meronta-ronta dalam jiwa mereka. Mereka ingin menempuh sebuah jalan untuk berkuasa tanpa melalui proses demokrasi," ujarnya.

Baca juga: Siapa Owner Lapis Sultan Jogja? Jadi Buruan Wisatawan, Ini Pilihan Rasa dan Kisaran Harganya 2026


Berita Lainnya