Khutbah Jumat,10 April 2026: Istikamah Menjaga Iman Setelah Ramadhan
masjid-pixabay-
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Ma’asyirol muslimin rahimakumullah, marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali Imran: 102).
Menjaga Semangat Ibadah Setelah Ramadhan
Bulan Ramadhan telah berlalu. Banyak di antara kita yang pada bulan itu rajin beribadah, memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki akhlak.
Pertanyaannya, apakah semangat itu masih tetap terjaga setelah Ramadhan pergi?
Seorang mukmin sejati tidak menjadikan Ramadhan sebagai satu-satunya waktu untuk taat kepada Allah. Ia justru menjadikan Ramadhan sebagai madrasah yang melatih dirinya agar mampu istiqamah sepanjang tahun.
Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk tetap teguh di jalan kebenaran.
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Ayat yang kita baca berulang kali dalam shalat ini menjadi doa agar kita terus dibimbing di jalan yang lurus.
Baca juga: Nama Dua Pemain Timnas Indonesia Hilang dari Klub Eropa, Ada Apa?