Marshel Widianto Sakit Apa? Alami Komplikasi Penyakit hingga Dirawat 2 Bulan di Rumah Sakit
marshel widianto--
Kondisi kesehatan Marshel Widianto sempat berada di titik mengkhawatirkan setelah mengalami komplikasi beberapa penyakit sekaligus. Komika tersebut bahkan mengaku sempat berada dalam situasi kritis sebelum akhirnya mendapat penanganan intensif.
Gangguan yang dialaminya berawal dari keluhan yang terlihat ringan. Namun, kondisi itu berkembang ketika sejumlah penyakit muncul bersamaan, yakni asam lambung naik, radang amandel, dan sinusitis.
Kombinasi ketiga masalah kesehatan tersebut berdampak serius pada saluran pernapasannya. Marshel sempat mengalami kesulitan bernapas karena jalur udara dari mulut terhambat oleh amandel, sementara hidung tersumbat akibat sinus.
“Bingung mau napas lewat mana, lewat mulut nggak bisa, lewat hidung juga nggak bisa,” ujar Marshel saat menceritakan kejadian tersebut.
Peristiwa itu terjadi ketika ia berada di dalam mobil bersama istrinya. Dalam kondisi panik, ia langsung menepi sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Setelah pemeriksaan, tim medis memutuskan tindakan operasi untuk menangani masalah pada amandel dan sinus secara bersamaan. Prosedur tersebut berlangsung sekitar lima jam dengan pembiusan total.
Momen setelah operasi menjadi pengalaman emosional bagi keluarga. Sang istri, Cesen, disebut menangis saat melihat kondisi Marshel yang belum sadar.
“Ini pertama kalinya dia lihat gue nggak bangun-bangun, dia langsung nangis dan peluk gue,” tutur Marshel.
Proses pemulihan tidak berlangsung singkat. Ia mengungkapkan bahwa dirinya menjalani perawatan di rumah sakit hingga hampir dua bulan. Dalam periode itu, ia dan istrinya sempat bergantian menjalani perawatan medis.
Marshel menilai pola hidup yang terlalu padat menjadi salah satu pemicu kondisi tersebut. Ia terbiasa bekerja tanpa jeda, bahkan dari pagi hingga kembali ke pagi, dengan waktu istirahat yang minim.
Setelah melewati masa kritis, kondisinya kini berangsur membaik. Ia merasakan perubahan pada pernapasan yang lebih lega serta kualitas tidur yang lebih baik.
Pengalaman ini membuatnya mulai menata ulang aktivitas. Ia kini berusaha mengurangi beban kerja dan memberi ruang lebih untuk kesehatan serta keluarga.