Selat Hormuz Dibuka Bersyarat oleh Iran, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Arab
SPBU Pertamina--
Dua kapal tanker milik Indonesia yang dioperasikan Pertamina International Shipping (PIS) hingga kini masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.
Kedua kapal tersebut adalah PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya masih menunggu kepastian izin pelayaran setelah Iran memberlakukan ketentuan khusus bagi kapal asing yang ingin melewati jalur laut strategis tersebut.
Iran Berlakukan Syarat bagi Kapal Asing
Pemerintah Iran menyatakan Selat Hormuz tetap dapat dilintasi kapal internasional dengan syarat tertentu. Ketentuan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran kepada Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO).
Dalam penjelasan resmi yang kemudian disebarluaskan kepada negara anggota dan organisasi terkait, Iran menegaskan hanya kapal dengan status non-hostile yang diperbolehkan melintas.
Status tersebut berarti kapal tidak terlibat ataupun memberikan dukungan terhadap tindakan agresi terhadap Iran.
Nota komunikasi Iran menyebutkan, “Kapal-kapal non-hostile dapat, sepanjang mereka tidak berpartisipasi maupun mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang dinyatakan, mendapat manfaat dari lintasan aman melalui Selat Hormuz dengan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang.”
Kapal Amerika Serikat dan Israel Dilarang Melintas
Teheran juga memberikan penegasan tambahan terkait negara yang tidak diperkenankan melintasi jalur tersebut.
Pemerintah Iran menolak melakukan koordinasi maupun negosiasi dengan kapal yang terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel, termasuk pihak yang dianggap berpartisipasi dalam agresi terhadap Iran.
Kapal yang memiliki keterkaitan dengan pihak tersebut tidak diizinkan menggunakan jalur Selat Hormuz.
Baca juga: Sakit, Adhisty Zara Memilih Mundur dari Proyek Sinetron Demi Pemulihan