Profil Reda Gaudiamo Penulis Na Willa yang Menggabungkan Sastra dan Musikalisasi Puisi Ternyata Terinspirasi dari Kisah Nyata Masa Kecilnya
Na wila-Instagram-
Nama Reda Gaudiamo kembali menjadi sorotan setelah kisah Na Willa diangkat ke layar lebar dan tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026. Film tersebut diadaptasi dari buku karya Reda yang mengisahkan kehidupan seorang anak perempuan berusia enam tahun dengan imajinasi luas di Surabaya pada era 1960-an.
Karakter Na Willa yang hangat, polos, dan jujur lahir dari pengalaman serta kepekaan penulisnya dalam menangkap dunia anak-anak. Reda dikenal sebagai seniman yang memadukan dunia sastra dengan musik, terutama melalui musikalisasi puisi.
Perjalanan Reda Gaudiamo di Dunia Sastra dan Media
Reda Gaudiamo lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 1 Agustus 1962. Ketertarikannya pada dunia seni mulai tumbuh saat menempuh pendidikan di Jurusan Sastra Prancis Universitas Indonesia.
Selama masa kuliah, ia aktif menulis artikel dan cerita pendek yang kemudian dipublikasikan di berbagai media massa. Aktivitas tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya di dunia literasi.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Reda berkarier di sejumlah majalah populer seperti Gadis, Mode, HAI, dan Cosmopolitan. Ia juga pernah memegang peran penting sebagai publisher di Kompas Gramedia yang menangani berbagai majalah gaya hidup dan remaja.
Beberapa publikasi yang pernah berada dalam tanggung jawabnya antara lain Chic, Kawanku, Prevention, Sekar, InStyle, Martha Stewart Living, hingga More.
Musikalisasi Puisi Jadi Bagian Penting Kariernya
Selain menulis, Reda juga aktif di dunia musik. Ia dikenal menyanyikan lagu-lagu balada bersama musisi Ari Malibu.
Keduanya terlibat dalam sejumlah proyek musikalisasi puisi yang mengangkat karya penyair Sapardi Djoko Damono. Beberapa album yang lahir dari kolaborasi tersebut antara lain:
- Hujan Bulan Juni (1989)
- Hujan Dalam Komposisi (1996)
- Gadis Kecil (2005)
- Becoming Dew (2007)
Selain karya Sapardi Djoko Damono, Reda juga terlibat dalam proyek musikalisasi puisi dari sejumlah penyair lain, termasuk Ags. Arya Dipayana, Acep Zamzam Noor, Soni Farid Maulana, dan Emha Ainun Najib melalui album Yang Paling Cinta pada 2002.
Pada 2010, ia juga ikut mengerjakan proyek album Nyanyian Laut bersama kelompok musik Komplotan.
Baca juga: Sinopsis Keris Pusaka Tayang Perdana di Layar Kaca Hari ini 25 Maret 2026 di ANTV