Hendrik Irawan Miliki 7 Dapur MBG di Batujajar, BGN Bekukan Enam SPPG
Hendrik--
Nama Hendrik Irawan menjadi sorotan publik setelah video dirinya berjoget sambil menyebut menerima insentif Rp6 juta per hari dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Konten tersebut memicu reaksi luas dari warganet dan akhirnya menarik perhatian Badan Gizi Nasional (BGN) yang kemudian melakukan pemeriksaan terhadap mitra program tersebut.
BGN Temukan Tujuh Dapur MBG Milik Hendrik
Berdasarkan hasil penelusuran BGN, Hendrik diketahui mengelola tujuh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Batujajar, Kabupaten Bandung.
Namun dari jumlah tersebut, hanya satu dapur yang diketahui beroperasi, sementara enam lainnya belum menjalankan kegiatan layanan sesuai ketentuan program.
Langgar Aturan Teknis dan Standar Higienitas
Pemeriksaan juga menemukan sejumlah pelanggaran terhadap petunjuk teknis yang ditetapkan dalam pelaksanaan program MBG.
- Kesalahan dalam penataan atau layout dapur SPPG
- Pengabaian standar kebersihan dan higienitas
- Pengelolaan operasional yang tidak sesuai pedoman
Temuan tersebut menjadi dasar bagi BGN untuk mengambil langkah administratif terhadap dapur-dapur yang berada di bawah pengelolaan Hendrik.
BGN Tegur Keras Aksi Pamer Insentif
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menilai tindakan Hendrik di media sosial memberikan kesan keliru terhadap tujuan program MBG.
Menurutnya, program tersebut merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak, bukan kegiatan bisnis yang berorientasi pada keuntungan pribadi.
"Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu," kata Nanik dalam pernyataannya.