KABAR DUKA! Patriark Ilia II Wafat di Usia 93 Tahun, Tinggalkan Warisan Stabilitas Spiritual Georgia
Ilia-Instagram-
Patriark Ilia II, pemimpin Gereja Ortodoks Georgia yang telah memimpin selama hampir lima dekade, meninggal dunia pada usia 93 tahun di Tbilisi. Kepergiannya menandai berakhirnya era panjang kepemimpinan yang berperan besar dalam membentuk identitas spiritual dan nasional negara tersebut.
Pihak gereja mengonfirmasi bahwa ia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. Pemerintah Georgia kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama lima hari, dengan prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Minggu di Katedral Sioni, salah satu gereja bersejarah di ibu kota.
Prosesi Duka di Tbilisi
Ribuan warga memadati jalanan Tbilisi untuk memberikan penghormatan terakhir. Peti jenazah dipindahkan dari kompleks patriarkat di kawasan Kota Tua menuju Katedral Tritunggal Suci, gereja terbesar di Georgia.
Jenazah disemayamkan di katedral tersebut hingga hari pemakaman, memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk menyampaikan penghormatan kepada tokoh yang selama puluhan tahun menjadi simbol persatuan.
Peran di Masa Transisi Georgia
Dalam perjalanan sejarah modern Georgia, Ilia II hadir sebagai figur penyeimbang di tengah perubahan besar. Ia membimbing masyarakat melewati runtuhnya Uni Soviet, krisis ekonomi pada 1990-an, hingga konflik bersenjata dengan Rusia pada 2008.
Di tengah gejolak politik dan arah kebijakan luar negeri yang terus berubah, kehadirannya memberikan rasa kesinambungan dan ketenangan spiritual bagi masyarakat.
Baca juga: Isu Penundaan CPNS 2026 Ramai, Pemerintah Tegaskan Masih Tunggu Penetapan Prioritas