close ads x

Vidi Aldiano Anaknya Siapa? Inilah Biodata Penyanyi Nuansa Bening yang Meninggal Dunia

Vidi Aldiano Anaknya Siapa? Inilah Biodata Penyanyi Nuansa Bening yang Meninggal Dunia

Vidi--

Pendidikan dan Perjalanan Akademik

Pendidikan dasar hingga menengah Vidi ditempuh di lingkungan Yayasan Al-Azhar Jakarta.

  • SDI Al Azhar 4 Kebayoran Lama (1996–2002)
  • SMPI Al Azhar 3 Bintaro (2002–2005)
  • SMAI Al Azhar 1 Kebayoran Baru (2005–2008)

Setelah lulus SMA, ia sempat mengambil jurusan Teknik Elektro di Universitas Pelita Harapan. Namun di tengah perkuliahan, ia memutuskan pindah ke program studi Manajemen yang dinilai lebih sesuai dengan minatnya.



Vidi menyelesaikan pendidikan sarjana dengan IPK 3,62. Ia kemudian melanjutkan studi magister di University of Manchester, Inggris pada program Innovation Management and Entrepreneurship dan lulus pada 2015 dengan predikat cumlaude.

Awal Ketertarikan pada Musik

Minat Vidi terhadap musik sudah terlihat sejak usia sangat muda. Ia kerap bersenandung mengikuti jingle iklan televisi maupun lantunan adzan.

Bakat tersebut mulai diarahkan sejak usia tiga tahun ketika ia belajar piano langsung dari ibunya. Selain piano, ia juga mempelajari biola saat duduk di bangku sekolah dasar.


Perjalanan menuju dunia hiburan tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat mengikuti sejumlah kompetisi menyanyi, termasuk audisi Indonesian Idol pada 2006 dengan membawakan lagu Glenn Fredly berjudul Pada Satu Cinta.

Dalam ajang tersebut, langkahnya berhenti di babak 100 besar.

Karier Musik dan Album

Nama Vidi Aldiano mulai dikenal luas setelah merilis album debut Pelangi di Malam Hari pada 2008.

Album tersebut melahirkan sejumlah lagu populer seperti Nuansa Bening, Status Palsu, Cemburu Menguras Hati, dan Cinta Jangan Kau Pergi.

Pada 2011, ia kembali merilis album kedua berjudul Yang Kedua di bawah label Trinity Optima Production. Album ini berisi 11 lagu, enam di antaranya ditulis sendiri oleh Vidi.

Kariernya semakin berkembang ketika merilis album Persona pada 2016. Album ini memuat sepuluh lagu yang terdiri dari tujuh karya baru, dua aransemen ulang, serta satu versi akapela.

Album Persona mencatat pencapaian penting setelah memperoleh sertifikasi Triple Platinum dengan penjualan fisik melampaui 250.000 keping pada Januari 2017.

Proses mastering album tersebut dilakukan di Abbey Road Studios, London, dengan melibatkan tim Laleilmanino dalam penggarapan musiknya.

Album Senandika dan Perjalanan Hidup

Pada 2022, Vidi merilis album keempat bertajuk Senandika. Album ini lahir setelah proses panjang yang sempat tertunda akibat pandemi serta kondisi kesehatannya.

Berisi sepuluh lagu, Senandika menggambarkan perjalanan hidup Vidi sejak 2018. Beberapa lagu di dalamnya terinspirasi dari pengalaman pribadi, termasuk perjuangan melawan penyakit dan kisah cintanya.

Proses produksi album tersebut melibatkan produser Ari Renaldi serta sejumlah penulis lagu seperti Barsena Bestandhi, Pika Iskandar, Laleilmanino, Bram Moersas, hingga ayahnya sendiri.

Album Senandika mencatat penjualan lebih dari 150.000 keping dalam dua bulan setelah dirilis.

Pada 2024, Vidi masih aktif merilis beberapa single, di antaranya Run Back To You, Garansi Tepat Waktu, Senyumin Dulu Aja, dan We Time.

Kehidupan Pribadi

Kehidupan pribadi Vidi Aldiano juga sering mendapat perhatian publik, terutama kisah hubungannya dengan aktris Sheila Dara Aisha.

Keduanya pertama kali dekat saat terlibat dalam serial Stereo pada 2015. Hubungan tersebut sempat berakhir pada 2018 sebelum akhirnya kembali terjalin pada 2020.

Vidi melamar Sheila pada ulang tahunnya yang ke-31. Prosesi lamaran berlangsung pada 1 Desember 2021 dan keduanya resmi menikah pada 15 Januari 2022.

Setelah pernikahan itu, Vidi menerima gelar kehormatan dari masyarakat Minangkabau di Bukittinggi dengan nama Sutan Sari Alam. Sejak saat itu, namanya juga dikenal sebagai Oxavia Aldiano Sutan Sari Alam.

Perjuangan Melawan Penyakit

Beberapa waktu sebelum wafat, Vidi sempat memutuskan mengurangi aktivitas di dunia hiburan untuk fokus pada pemulihan kesehatan.

Melalui unggahan Instagram pada 1 November 2025, ia menyampaikan terima kasih kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan dan doa.

Dalam pesan tersebut, ia menyebut dukungan dari orang-orang terdekat menjadi sumber kekuatan selama menjalani proses penyembuhan.

Selama beberapa tahun terakhir, Vidi diketahui berjuang melawan kanker ginjal.

Kepergian Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026 menjadi penutup perjalanan panjangnya sekaligus meninggalkan warisan karya yang terus dikenang oleh penikmat musik Indonesia.

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya