Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Bertahun-tahun Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Vidi-Instagram-
Industri musik Indonesia berduka. Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir.
Kabar wafatnya pelantun lagu Nuansa Bening itu beredar melalui pesan singkat dari Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo) pada Sabtu sore.
Dalam pesan tersebut disampaikan kabar duka atas kepergian Vidi Aldiano sekaligus permohonan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Awal Diagnosis Kanker Ginjal
Riwayat penyakit yang dialami Vidi mulai terungkap pada 2019. Saat itu ia memeriksakan kondisi suaranya yang tiba-tiba hilang ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan pada Oktober tahun tersebut.
Pemeriksaan awal justru menemukan tekanan darahnya berada pada level yang sangat tinggi, meski ia tidak memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga.
Kondisi tersebut membuat Vidi menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebabnya.
Benjolan pada Ginjal Terungkap
Untuk memastikan kondisi kesehatannya, Vidi kemudian melakukan pemeriksaan medis lanjutan di Singapura.
Hasil ultrasonografi memperlihatkan adanya benjolan sekitar lima sentimeter pada ginjal kiri. Setelah melalui evaluasi lebih lanjut, dokter memastikan benjolan tersebut merupakan kanker ginjal stadium tiga.
Usai menerima diagnosis itu, ia menjalani operasi pengangkatan tumor disertai serangkaian perawatan medis.
Kanker Kembali Terdeteksi
Setelah operasi dan perawatan awal, kondisi kesehatan Vidi sempat dinyatakan membaik.
Namun sekitar tahun 2023, ia mengungkapkan bahwa sel kanker kembali terdeteksi dan telah menyebar ke beberapa bagian tubuh.
Sejak saat itu Vidi rutin menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau perkembangan penyakitnya.
Dalam sejumlah pembaruan yang ia sampaikan kepada publik, hasil pemindaian menunjukkan kanker tersebut masih berkembang sehingga memerlukan pengawasan medis intensif.