RSIA Paramount Makassar Didemo Massa Usai Dugaan Malpraktik pada Bayi 9 Bulan
Makassar-Instagram-
Aksi unjuk rasa terjadi di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar, Kamis siang, setelah muncul dugaan malpraktik yang menimpa seorang bayi berusia sembilan bulan.
Kedatangan massa yang terdiri dari keluarga korban bersama aliansi Gerakan Mahasiswa Sosial Peduli Kesehatan memicu ketegangan di area rumah sakit yang berada di Jalan AP Pettarani, Makassar.
Massa Datangi Rumah Sakit
Kerumunan pengunjuk rasa tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 Wita. Mereka menyampaikan protes atas kondisi bayi berinisial ASA yang mengalami pembengkakan dan luka pada tangan kanan setelah menjalani perawatan.
Kepala Satuan Intelkam Polrestabes Makassar, Kompol Asdar, menyebut aksi tersebut dipicu dugaan kelalaian medis yang disampaikan pihak keluarga.
Menurutnya, para demonstran juga menyuarakan tuntutan agar pimpinan rumah sakit dimintai pertanggungjawaban atas insiden yang terjadi.
Massa bahkan mendesak agar direktur rumah sakit dicopot dari jabatannya karena dinilai bertanggung jawab atas kasus tersebut.
Ketegangan dengan Petugas Keamanan
Situasi sempat memanas ketika sebagian pengunjuk rasa mencoba memasuki area rumah sakit. Petugas keamanan kemudian membatasi akses sehingga terjadi aksi saling dorong.
Pihak kepolisian yang berada di lokasi segera melakukan pengamanan untuk mencegah konflik meluas.
Asdar menyebut insiden dorong-mendorong tersebut tidak berlangsung lama dan merupakan situasi yang kerap terjadi dalam aksi demonstrasi.
Ia memastikan tidak ada kerusakan fasilitas rumah sakit selama aksi berlangsung.
“Unjuk rasanya berjalan lancar, biasa saja seperti demo-demo lainnya, tidak ada pengrusakan,” ujarnya.
Kronologi Dugaan Malpraktik
Kasus ini bermula ketika bayi ASA dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSIA Paramount pada 19 Januari lalu.
Korban saat itu mengalami demam tinggi disertai muntah dan kemudian menjalani perawatan dengan pemasangan infus.
- Bayi masuk UGD dengan keluhan demam tinggi dan muntah.
- Selama perawatan tiga hari, pasien dipasang infus.
- Tangan kanan korban kemudian mengalami lebam dan pembengkakan.
- Keluarga menemukan luka berlubang di area infus.
Kondisi tersebut memicu kecurigaan keluarga yang menilai telah terjadi kelalaian serius dalam penanganan medis.