Kapan Musim Hujan 2026 Berakhir dan Bagaimana Prediksi Cuaca Mudik Lebaran
cuaca saat mudik lebaran--
Wilayah yang berpotensi lebih dulu mengalami perubahan musim antara lain sebagian Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Sementara itu, musim kemarau diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus 2026. BMKG juga mengingatkan kemungkinan munculnya fenomena El Nino pada pertengahan tahun yang berpotensi membuat musim kemarau terasa lebih kering dan panas dari biasanya.
Perkiraan Cuaca Selama Mudik Lebaran
Menjelang periode mudik Lebaran, BMKG juga merilis proyeksi kondisi cuaca selama Maret 2026. Secara umum, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Pada periode 1 hingga 10 Maret, kondisi cuaca di berbagai wilayah diperkirakan didominasi hujan ringan sampai sedang.
Selanjutnya, pada periode 11 hingga 20 Maret serta 21 hingga 31 Maret, kondisi hujan diperkirakan masih terjadi. Namun, potensi hujan lebat diprediksi meningkat di beberapa wilayah.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat antara lain Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan.
Potensi Banjir Rob di Wilayah Pesisir
Selain hujan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob. Fenomena ini dipicu oleh kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret dan fase Perigee pada 22 Maret yang dapat meningkatkan pasang air laut.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi sejumlah wilayah pesisir di Indonesia selama periode Lebaran.
Imbauan bagi Pemudik
Masyarakat yang berencana mudik diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal resmi BMKG.
Selain itu, pemudik disarankan menghindari perjalanan saat hujan lebat disertai angin kencang serta memperhatikan informasi tinggi gelombang bagi pengguna transportasi laut.
Pemantauan kondisi cuaca secara berkala dinilai penting agar perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan aman dan lancar.