Nama alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, kembali menjadi perbincangan publik setelah pernyataannya di media sosial memicu kontroversi. Video yang menyinggung soal status kewarganegaraan anaknya ramai diperbincangkan dan menuai beragam reaksi dari warganet.

Dalam video tersebut, Tyas mengungkapkan keinginannya agar anak-anaknya memiliki kewarganegaraan asing. Pernyataan itu kemudian memicu kritik karena Tyas diketahui merupakan penerima beasiswa LPDP yang dibiayai dari dana publik.

Tyas Beri Klarifikasi

Menanggapi polemik yang muncul, Tyas memberikan penjelasan melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa dirinya telah menjalankan kewajiban sebagai penerima beasiswa negara.

Tyas menyebut dirinya menyelesaikan studi di Belanda pada 2017. Setelah lulus, ia kembali ke Indonesia dan menjalani masa pengabdian selama beberapa tahun sebagai bagian dari komitmen penerima LPDP.

Menurutnya, perpindahan ke Inggris bukan dilakukan untuk melanjutkan studi, melainkan karena mengikuti suaminya.

Kritik terhadap Pemerintah

Dalam sejumlah pernyataannya, Tyas juga menegaskan bahwa sebagai warga negara ia memiliki hak untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

"Negara gak ngasih ke saya, saya bayar pajak juga," ujarnya saat menanggapi komentar di media sosial.

Ia menilai kritik yang disampaikannya merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kebijakan publik.

Respons dari Mahfud MD

Pernyataan Tyas turut mendapat tanggapan dari mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.

Mahfud mengaku memahami kekecewaan yang mungkin dirasakan Tyas, namun ia juga mengingatkan pentingnya tetap mencintai Indonesia.

Menurutnya, kesempatan pendidikan yang diperoleh banyak anak bangsa tidak lepas dari kondisi Indonesia sebagai negara merdeka yang memiliki sumber daya untuk mendukung pendidikan.

Polemik Berlanjut di Media Sosial

Perdebatan mengenai pernyataan Tyas terus berkembang di media sosial. Beberapa warganet bahkan menuding dirinya menghina negara karena ucapannya.