Profil Sabrina Farhana yang Dikaitkan dengan Isu Perselingkuhan Aditya Triantoro, Kreator Utama Serial Animasi Nussa & Rara: Umur, Agama dan IG
Sabrina-Instagram-
Profil Sabrina Farhana yang Dikaitkan dengan Isu Perselingkuhan Aditya Triantoro, Kreator Utama Serial Animasi Nussa & Rara: Umur, Agama dan IG. Isu tersebut mencuat di tengah konflik internal yang terjadi di balik layar rumah produksi The Little Giantz.
Konflik di Balik Serial Nussa & Rara
Serial animasi Nussa & Rara dikenal luas sebagai tontonan bernuansa Islami yang digemari keluarga Indonesia. Di balik kesuksesannya, terdapat peran Aditya Triantoro bersama mantan istrinya, Annisa Hadiyanti, yang mendirikan studio animasi The Little Giantz.
Pada awal 2026, konflik rumah tangga keduanya terungkap ke publik. Annisa mengaku dikeluarkan dari perusahaan yang turut ia dirikan dan menyoroti persoalan transparansi keuangan serta dugaan penggelapan royalti.
Aditya Triantoro menjabat sebagai CEO sekaligus figur kreatif di balik Nussa & Rara.
Annisa Hadiyanti merupakan co-founder yang mengklaim tersingkir dari manajemen.
The Little Giantz adalah studio yang memproduksi serial tersebut.
Konflik berkembang hingga berujung pada laporan hukum.
Di tengah polemik tersebut, nama Sabrina Farhana disebut-sebut sebagai sosok yang diduga memiliki kedekatan khusus dengan Aditya.
Profil Sabrina Farhana
Sabrina Farhana merupakan CEO dan Founder Mediarumu Digital Agency. Perempuan kelahiran Jakarta, 24 Januari ini dikenal sebagai pebisnis di bidang digital marketing dengan perjalanan karier yang cukup panjang.
Sebelum terjun ke dunia bisnis, Sabrina sempat bekerja sebagai News Anchor di Metro TV. Namun, hasil tes psikologi dan evaluasi internal mengarahkannya untuk mendalami bidang business development.
Lulusan Akuntansi tersebut mengaku menemukan kenyamanan saat berkecimpung di dunia pengembangan bisnis. Ia pernah menangani proyek pemerintahan dan menjalin relasi kerja dengan Jepang.
Dalam pengalamannya, Sabrina sempat bekerja di Jepang dan bertemu langsung dengan pendiri perusahaan di Tokyo. Ia mengisahkan momen ketika mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam pembangunan sebuah gedung di sana.
Setelah dari Jepang, ia melanjutkan karier di perusahaan asal Jerman. Dari rangkaian pengalaman itu, Sabrina mulai memperdalam dunia digital media hingga akhirnya mendirikan Mediarumu Digital Agency yang berbasis di kawasan Pancoran, Jakarta.
Membangun Bisnis Digital Agency
Perusahaan yang dirintisnya bergerak di bidang periklanan digital dan pengelolaan media sosial. Layanan yang disediakan mencakup kampanye Facebook Ads, Instagram Ads, produksi visual, video produk, hingga pengelolaan talent.
Sabrina menyebut perusahaannya kini didukung sekitar 25 sumber daya manusia dan telah menangani klien dari sejumlah perusahaan besar.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan tidak memandang agensi lain sebagai pesaing mutlak. Ia lebih memilih pendekatan kolaboratif dibanding kompetitif.
Gaya Kepemimpinan dan Prinsip Hidup
Bagi Sabrina, karyawan adalah aset utama perusahaan. Ia berupaya membangun komunikasi terbuka agar setiap persoalan, baik pekerjaan maupun pribadi, dapat diselesaikan bersama.
Baca juga: Penyebab Penyakit Campak dan Gejalanya pada Dewasa, Kasus Ruce Nuenda Jadi Sorotan