Tinggalkan New York, Pasangan AS Ini Hidup Hemat di Italia Tanpa Kredit Rumah, Begini Strategi Finansialnya
Cassandra Tresl--
Cassandra Tresl, 33 tahun, dan suaminya Alex Ninman, 34 tahun, memutuskan menetap di Italia setelah mempertimbangkan biaya hidup dan membesarkan anak di Amerika Serikat yang dinilai terlalu mahal.
Pasangan asal AS itu sebelumnya tinggal di New York City sebelum pindah ke Republik Ceko pada 2020. Saat mengetahui Tresl hamil anak pertama, mereka sempat mempertimbangkan kembali ke Amerika, namun rencana itu batal setelah menghitung biaya rumah dan pengasuhan anak.
Terinspirasi Rumah 1 Euro
Tresl mengaku tertarik pada program sejumlah kota di Italia yang menjual rumah seharga 1 euro untuk menarik penduduk baru dan menghidupkan kembali kawasan yang menyusut populasinya.
Meski harga awal sangat murah, pembeli tetap harus menyiapkan dana renovasi karena banyak properti dalam kondisi rusak atau lama terbengkalai. Pasangan ini membatasi anggaran pembelian maksimal 20.000 euro.
Pada Oktober 2021, mereka berburu rumah di wilayah Abruzzo dan Tuscany. Setelah mempertimbangkan berbagai opsi, mereka memilih rumah dua lantai dengan dua kamar tidur seluas sekitar 1.076 kaki persegi di Abruzzo karena harga dan pemandangannya.
Transaksi tunai dilakukan pada Februari 2022 senilai 11.500 euro atau sekitar 13.150 dolar AS saat itu. Mereka kemudian menghabiskan sekitar 18.000 dolar AS untuk renovasi sebelum resmi menempati rumah tersebut pada Juli 2022.
Karena dibeli tanpa kredit, Tresl menyebut keputusan itu memberi ketenangan finansial. “Setidaknya kami tidak punya cicilan dan keluarga kami punya atap yang aman,” ujarnya.
Biaya Hidup Lebih Rendah
Sejak menetap di Italia, Tresl meninggalkan pekerjaannya di perusahaan teknologi dan kini fokus mengelola blog perjalanan serta buletin digital. Ia juga bekerja sebagai manajer operasional untuk blogger perjalanan lain.
Ninman berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang daging dan kini mengelola properti sewa milik mereka.
Pada 2024, pasangan ini membeli rumah kedua seharga 17.000 euro dan menghabiskan sekitar 10.000 euro untuk renovasi. Properti tersebut disewakan melalui Airbnb dengan tarif hingga 85 euro per malam.
Dari rumah sewa itu, mereka memperoleh pemasukan sekitar 8.000 hingga 10.000 euro per tahun, terutama dari penyewa jangka panjang yang bekerja jarak jauh.
Pengeluaran Sekitar 1.246 Dolar per Bulan
Secara keseluruhan, pengeluaran bulanan mereka di Italia sekitar 1.246 dolar AS atau setara kurang lebih Rp20 juta, termasuk utilitas dan kebutuhan sehari-hari.
- Bahan makanan: 480 euro per bulan
- Listrik: 217 euro setiap dua bulan
- Keanggotaan gym: 115 euro setiap tiga bulan
- Air: 91 euro setiap dua bulan
- Les senam anak: 50 euro per bulan
- Perlengkapan Airbnb: 50 euro per bulan
- Biaya prasekolah anak: 40 euro per bulan
- Internet: 12 euro per bulan per rumah
Di musim dingin, mereka menambah biaya pemanas hingga 200 euro per bulan per rumah. Setiap tahun, mereka juga membayar sekitar 286 euro untuk pengangkutan sampah dan 61 euro pajak properti per rumah.
Gaya Hidup Lebih Santai
Jika sebelumnya hidup di tengah hiruk pikuk New York City, kini keseharian Tresl di Italia lebih tenang. Ia mengantar anaknya ke sekolah, bekerja dari rumah, berolahraga sore hari, serta menghabiskan akhir pekan menjelajahi kota-kota kecil di Tuscany.
Menurutnya, budaya kerja di Italia berbeda. “Di sini pekerjaan bukan hal paling penting. Orang-orang menunjukkan bahwa tidak apa-apa untuk melambat,” katanya.
Keputusan pindah ke Italia bukan hanya soal biaya, tetapi juga tentang kebebasan finansial dan keseimbangan hidup yang lebih sesuai dengan nilai yang mereka yakini.