close ads x

Piutang Afiliasi Adalah Apa Menurut Pajak? Ini Contoh dan Posisi Debit atau Kredit di Laporan Coretax

Piutang Afiliasi Adalah Apa Menurut Pajak? Ini Contoh dan Posisi Debit atau Kredit di Laporan Coretax

ilustrasi kampus--

Dalam laporan keuangan perusahaan, istilah piutang afiliasi kerap muncul berdampingan dengan akun utang afiliasi atau saldo antarperusahaan. Secara akuntansi, pos ini tampak sebagai akun neraca biasa.

Namun dari sudut pandang perpajakan, piutang afiliasi memiliki konsekuensi lebih kompleks karena menyangkut transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa.

Definisi Piutang Afiliasi dalam Akuntansi



Secara akuntansi, piutang afiliasi adalah hak tagih perusahaan kepada pihak berelasi, seperti induk usaha, anak perusahaan, entitas asosiasi, atau perusahaan dalam satu grup.

Standar pelaporan keuangan mewajibkan pengungkapan transaksi dengan pihak berelasi karena berpotensi memengaruhi kewajaran posisi keuangan dan laba rugi.

Makna Piutang Afiliasi Menurut Pajak

Dalam ketentuan perpajakan Indonesia, konsep afiliasi identik dengan istilah hubungan istimewa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan.


Hubungan istimewa dapat timbul karena kepemilikan saham minimal 25 persen, penguasaan manajemen atau teknologi, serta hubungan keluarga sedarah atau semenda satu derajat.

Setiap transaksi piutang dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa wajib memenuhi Prinsip Kewajaran dan Kelaziman Usaha (arm’s length principle). Artinya, nilai dan syarat transaksi harus setara dengan transaksi antara pihak independen.

Contoh Piutang Afiliasi di Praktik

Berikut beberapa bentuk piutang afiliasi yang lazim terjadi dalam dunia usaha:

1. Pinjaman Antarperusahaan

Induk perusahaan meminjamkan dana kepada anak usaha untuk modal kerja. Dana yang dipinjamkan dicatat sebagai piutang afiliasi di pembukuan pemberi pinjaman.

2. Penjualan Kredit ke Perusahaan Satu Grup

Perusahaan menjual barang atau jasa kepada entitas saudara dalam satu grup dengan skema pembayaran tempo. Selama belum dilunasi, nilai tersebut menjadi piutang afiliasi.

3. Reimbursement Biaya

Kantor pusat membayar biaya bersama, lalu menagih kembali ke anak perusahaan sesuai porsi. Tagihan tersebut dicatat sebagai piutang kepada pihak berelasi.

4. Piutang Dividen

Jika anak usaha telah mengumumkan pembagian dividen namun belum membayarkan kasnya, induk usaha mencatatnya sebagai piutang dividen afiliasi.

Risiko Pemeriksaan Pajak

Akun piutang afiliasi sering menjadi fokus pemeriksaan fiskus. Otoritas pajak akan menilai apakah ada perjanjian tertulis, apakah suku bunga wajar, serta apakah transaksi benar-benar pinjaman atau justru setoran modal terselubung.

Pinjaman tanpa bunga atau tanpa jangka waktu jelas berpotensi dikoreksi menjadi tambahan penghasilan atau dividen terselubung.

Debit atau Kredit?

Dari sisi akuntansi, piutang afiliasi termasuk kelompok aset. Oleh karena itu, saldo normalnya berada di sisi debit.

  • Jika piutang bertambah, dicatat di debit.
  • Jika piutang berkurang atau dilunasi, dicatat di kredit.

Contoh sederhana: saat perusahaan memberikan pinjaman kepada anak usaha, akun Piutang Afiliasi didebit dan Kas atau Bank dikredit. Ketika pinjaman dilunasi, Kas didebit dan Piutang Afiliasi dikredit.

Dalam pelaporan, saldo piutang kepada pihak berelasi biasanya dipisahkan dari piutang pihak ketiga agar transparansi tetap terjaga, termasuk saat pengisian sistem administrasi perpajakan seperti Coretax.

Dengan demikian, piutang afiliasi bukan sekadar akun pembukuan, tetapi juga area yang memerlukan kehati-hatian dalam aspek pajak. Dokumentasi yang memadai dan penerapan prinsip kewajaran menjadi kunci agar tidak menimbulkan koreksi fiskal di kemudian hari.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya