Naskah Khutbah Jumat 27 Februari 2026 Angkat Ramadan sebagai Bulan Al-Quran
masjid-pixabay-
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang menurunkan Al-Quran sebagai cahaya petunjuk dan penuntun kehidupan. Dialah yang memuliakan hamba-hamba-Nya dengan iman serta menghiasi hati orang beriman dengan kalam-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Amma ba’du.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ramadan dan Turunnya Al-Quran
Bulan Ramadan memiliki kedudukan istimewa karena pada bulan inilah Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia serta pembeda antara yang benar dan yang batil.
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Artinya: “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dan yang batil.”
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar sebagai awal turunnya wahyu yang kemudian disampaikan secara bertahap kepada Rasulullah SAW.
Karena itu, Ramadan dikenal sebagai Syahrul Quran, bulan yang sangat erat dengan aktivitas membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Quran.
Tradisi Tadarus di Bulan Ramadan
Sejak generasi sahabat hingga para ulama setelahnya, Ramadan selalu diisi dengan memperbanyak tilawah. Mereka menjadikan Al-Quran sebagai sahabat utama sepanjang bulan suci.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ ...
Artinya: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya setiap malam untuk mempelajari Al-Quran. Kedermawanan beliau melebihi angin yang berhembus.”
Hadis ini menunjukkan bahwa setiap malam Ramadan, Rasulullah SAW melakukan murojaah Al-Quran bersama Malaikat Jibril. Inilah dasar kuat anjuran memperbanyak membaca Al-Quran, terutama pada malam hari.
Malam memberikan suasana yang lebih tenang sehingga hati lebih mudah khusyuk dan pikiran lebih fokus dalam merenungi makna ayat-ayat Allah.