close ads x

BRIN Tegaskan Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Sinkhole Melainkan Longsoran Tufa Vulkanik

BRIN Tegaskan Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Sinkhole Melainkan Longsoran Tufa Vulkanik

sinkhole--

Fenomena lubang raksasa di Aceh Tengah yang terus meluas memicu kekhawatiran warga. Sejumlah pihak sempat menyebutnya sebagai sinkhole, namun Badan Riset dan Inovasi Nasional memastikan anggapan tersebut tidak tepat.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menjelaskan bahwa struktur geologi di lokasi kejadian tidak mendukung terbentuknya sinkhole seperti yang umum terjadi pada kawasan batu gamping.

Bukan Terjadi di Kawasan Batu Gamping



Menurut Adrin, area munculnya lubang raksasa itu tersusun atas endapan piroklastik berupa material tufa, hasil aktivitas Gunung Geurendong yang kini sudah tidak aktif.

Material tufa tersebut tergolong muda secara geologi dan belum mengalami proses pemadatan sempurna. Kondisi itu membuat lapisan tanah menjadi rapuh dan mudah runtuh.

“Yang terjadi di Aceh itu sebenarnya fenomena longsoran. Bukan sinkhole,” tegas Adrin pada 21 Februari.

Proses Erosi dan Longsor Terjadi Bertahap


Berdasarkan analisis citra satelit sejak 2010, kawasan tersebut sebelumnya sudah menunjukkan bentuk lembah atau ngarai kecil. Seiring waktu, erosi dan pergerakan tanah terus berlangsung hingga membentuk lubang yang semakin luas.

Faktor pemicu juga memperparah kondisi lereng. Salah satunya gempa berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang Aceh Tengah pada 2013, yang dinilai melemahkan struktur tanah di kawasan tersebut.

Selain itu, curah hujan tinggi mempercepat proses penggerusan tanah. Aliran air irigasi dan limpasan air permukaan turut memperburuk stabilitas lereng.

Perlu Langkah Mitigasi

Lubang raksasa tersebut telah menelan area persawahan, badan jalan, hingga menara listrik. Kondisi ini menuntut langkah mitigasi segera guna mencegah risiko korban jiwa.

BRIN menekankan pentingnya penanganan berbasis kajian geologi serta pengawasan ketat di sekitar lokasi, mengingat potensi longsoran susulan masih dapat terjadi jika faktor pemicu kembali muncul.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya